Sangat Disayangkan Jika Reshuffle Hanya untuk Memasukkan Ahok ke Kabinet Kerja

Pengamat politik Hendri Satrio mengaku sudah memprediksi wacana reshuffle kabinet, sebelum pemungutan suara putaran kedua Pilkada DKI 2017.

Tribunnews/Dany Permana
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla berfoto bersama jajaran menteri Kabinet Kerja, seusai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/10/2014). 

WARTA KOTA, PALMERAH - Pengamat politik Hendri Satrio mengaku sudah memprediksi wacana reshuffle kabinet, sebelum pemungutan suara putaran kedua Pilkada DKI 2017.

Ia mengakui wacana perombakan Kabinet Kerja oleh Presiden Jokowi menjadi pembicaraan yang populer.

"Setelah pilkada akan trending topic reshuffle, terbukti. Reshuffle kan dibicarakan sejak lama," kata Hendri melalui pesan singkat kepada Tribunnews.com, Senin (24/4/2017).

Jika Presiden Jokowi menginginkan dua periode masa pemerintahannya, Hendri mengatakan janji kampanye harus terwujud, dan masyarakat dapat melihat hasilnya dalam 4,5 tahun. Kemudian, kata Hendri, Jokowi harus memperkuat dan membentuk tim sukses untuk maju di periode kedua

"Meskipun kurang tepat, ada pula muncul spekulasi menyelamatkan mantan koleganya (Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok) di Jakarta," tutur Hendri.

"Kalau benar (reshuffle) untuk membuat Ahok masuk sangat disayangkan, enggak kekurangan yang mendera, seperti enggak punya tokoh lainnya," tambah Hendri.

Bila reshuffle dilakukan, Hendri menuturkan PKB dan PPP dapat terancam. Berkaca pada Pilkada DKI Jakarta, PKB dan PPP mendukung Ahok-Djarot di putaran kedua, tetapi tidak memberikan hasil yang signifikan.

"PAN yang konsisten dengan pendiriannya akan dianggap positif oleh Jokowi, konsisten dan loyal. Ini akan menjadi poin plus, PKB dan PPP terancam," ulas Hendri. (*)

Penulis:
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved