Meski Tersangka dan Korban Penembakan di Lubuklinggau Masih Famili, Proses Hukum Jalan Terus

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Agung Budi Maryoto menjelaskan, Brigadir K dan keluarga korban yang ditembaknya masih ada hubungan keluarga.

TRIBUNSUMSEL.COM/EKO HEPRONIS
Satu keluarga nyaris tewas akibat ditembak polisi, lantaran diduga nekat menerobos razia petugas Mapolres Lubuklinggau, Selasa (18/7/2018) sekitar pukul 11.30 WIB. 

WARTA KOTA, PALEMBANG - Kapolda Sumatera Selatan Irjen Agung Budi Maryoto menjelaskan, Brigadir K dan keluarga korban yang ditembaknya masih ada hubungan keluarga.

"Memang, dari Brigadir K dengan keluarga korban masih ada hubungan keluarga. Masalah ada hubungan keluarga, biar mereka yang saling bersilaturahmi," ujar Irjen Agung saat memberikan keterangan di ruang kerjanya untuk perkembangan kasus ini, Senin (23/4/2017).

Meski ada hubungan keluarga antara tersangka dengan para korban, Kapolda menegaskan proses hukum terhadap Brigadir K terus dilakukan.

Baca: Korban Tewas Penembakan Polisi di Lubuklinggau Bertambah

"Memang ada hubungan keluarga, tetapi saya tetap tegas terhadap anggota yang melakukan kesalahan. Proses hukum tetap dilaksanakan dan saya bersikap tegas," ucap Agung.

Kapolda mengaku saat ini ia masih terus berupaya fokus mengurusi para korban yang masih dalam perawatan di RS Bhayangkara Palembang. Karena, para korban masih perlu mendapatkan perhatian mengenai kesehatan mereka agar bisa cepat pulih.

"Kalau untuk Galih, sudah sehat dan sebenarnya sudah bisa pulang. Tetapi, karena ibunya masih dalam masa pemuliham, sehingga ia masih berada di rumah sakit. Sedangkan Dewi dan Novi saat ini masih dalam perawatan untuk pemulihan," jelasnya.

Baca: Korban Kedua Penembakan Polisi di Lubuklinggau Meninggal karena Peluru Tembus Hingga Leher Belakang

Irjen Agung juga telah menemui SKPD dan tokoh-tokoh yang ada di Lubuklinggau, untuk tetap menjaga kondusivitas keamanan. Intinya, razia yang dilaksanakan pihak kepolisian sangat didukung masyarakat.

Meski ada kejadian ini, bukanlah kesalahan dari institusi Polri. Akan tetapi, ini murni kesalahan yang dilakukan oknum anggota di lapangan.

Baca: Polisi Lubuklinggau Penembak Satu Keluarga Jadi Tersangka, Sanksi Pemecatan Menanti

"Dari pertemuan yang dilakukan, masyarakat tetap mendukung diadakannya razia, terlebih dapat menekan tindak kejahatan dan menangkap pelaku kejahatan. Terlebih, dengan sering dilakukan razia, sudah banyak menurunan tindak kejahatan, seperti begal hingga curanmor sudah menurun," tutur jenderal bintang dua ini. (M Ardiansyah)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved