Sidang Ahok

Kuasa Hukum Susun Pleidoi Bareng-bareng, Ahok Bikin Sendiri

Pada sidang Kamis (20/4/2017) pekan lalu, jaksa penuntut umum (JPU) menyatakan Ahok secara sah melakukan tindak pidana.

Penulis: | Editor: Yaspen Martinus
ANTARA/Muhammad Adimaja
Ali Mukartono, Ketua Jaksa Penuntut Umum (JPU) persidangan kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama, membacakan tuntutan pada sidang lanjutan yang digelar Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (20/4/2017). 

WARTA KOTA, PALMERAH - Tim penasihat hukum terdakwa dugaan penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), bakal membacakan nota pembelaan alias pleidoi, terpisah dengan kliennya.

I Wayan Sudirta, anggota tim penasihat hukum terdakwa, mengaku tidak tahu di mana Ahok menyusun pembelaan yang akan dibacakan dalam persidangan di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (25/4/2017) besok.

Menurut Wayan, Ahok menyusun nota pembelaan sendiri.

"Untuk Pak Basuki, dia buat sendiri. Kami tim pembela buat bersama-sama," kata Wayan saat dihubungi, Senin (24/4/2017).

Wayan mengatakan, penyusunan nota pembelaan Ahok dilakukan secara terpisah dengan kuasa hukum.

Dirinya mengaku belum mengetahui penyusunan pembelaan oleh kliennya. Sebab, hingga saat ini pihak kuasa hukum belum melakukan pertemuan dengan Ahok.

"Dia (Ahok) bikin sendiri, enggak tahu di mana, di tempat terpisah," ujar Wayan.

Pada sidang Kamis (20/4/2017) pekan lalu, jaksa penuntut umum (JPU) menyatakan Ahok secara sah melakukan tindak pidana.

Ahok dituntut satu tahun penjara dengan masa percobaan selama dua tahun. JPU menyatakan Ahok terbukti secara sah melanggar pasal 156 KUHP tentang penodaan agama. (*)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved