Penembakan

Sopir yang Mobilnya Ditembaki Polisi Kabur karena Tak Punya SIM dan Pakai Pelat Nomor Palsu

Propam Polda Sumatera Selatan telah menginterogasi enam anggota keluarga yang selamat dari penembakan Brigadir K di Lubuklinggau.

Sopir yang Mobilnya Ditembaki Polisi Kabur karena Tak Punya SIM dan Pakai Pelat Nomor Palsu
TRIBUNSUMSEL.COM/EKO HEPRONIS
Satu keluarga nyaris tewas akibat ditembak polisi, lantaran diduga nekat menerobos razia petugas Mapolres Lubuklinggau, Selasa (18/7/2018) sekitar pukul 11.30 WIB. 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU - Propam Polda Sumatera Selatan telah menginterogasi enam anggota keluarga yang selamat dari penembakan Brigadir K di Lubuklinggau.

Indra, sang pengemudi, mengaku kabur dari razia polisi karena takut ditilang lantaran tak mempunyai SIM dan surat kendaraan legal.

"Memang pengemudi ini sengaja menghindar razia supaya tidak terkena sanksi. Karena yang bersangkutan juga tidak memiliki SIM. Yang kedua, mobil tersebut tertempel pelat mobil palsu," ujar Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (21/4/2017).

Rikwanto menjelaskan, dari pemeriksaan data di STNK mobil, pelat nomor di mobil Honda City BG 1488 ON yang dikemudikan Indra adalah berbeda alias palsu.

Sebab, sebagaimana data STNK, seharusnya mobil tersebut berpelat nomor Jakarta atau plat B dan milik sebuah yayasan.

Baca: Prosedur Razia di Lubuklinggau Sudah Benar, Salahnya Ada Penembakan Tanpa Perintah

Salah satu korban, anak kecil yang berada di dalam mobil saat penembakan terjadi di Lubuklinggau
Salah satu korban, anak kecil yang berada di dalam mobil saat penembakan terjadi di Lubuklinggau (istimewa)

Saat ini, tim masih menelusuri asal-usul kepemilikan dan alasan penggunaan pelat nomor palsu di mobil tersebut.

Belum diketahui apakah mobil itu dari meminjam atau pembelian yang belum melakukan pengurusan mutasi kendaraan.

Menurut Rikwanto, seharusnya masyarakat tidak melarikan diri jika petugas kepolisian melakukan razia kendaraan.

Sebab, razia yang dilakukan petugas kepolisian adalah untuk menciptakan keamanan dan ketertiban di masyarakat.

Halaman
12
Penulis:
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved