Pasar Drywall Bergairah, Gyproc Catat Pertumbuhan 20 Persen
Pangsa pasar drywall berbahan gypsum sebagai bahan bangunan interior, berpeluang terus tumbuh.
Penulis: |
WARTA KOTA, SAWAH BESAR -- Pangsa pasar drywall berbahan gypsum sebagai bahan bangunan interior, berpeluang terus tumbuh.
Produsen papan gypsum merk Gyproc, PT Saint Gobain Construction Products Indonesia (SGCPI) tahun lalu mencatatkan pertumbuhan hampir 20 persen.
Rini Anggraeni, Brand & Marcomm Executive SGCPI mengatakan bahwa pasar dalam negeri untuk drywall dari bahan gypsum hingga kini masih bagus. Drywall adalah istilah untuk dinding dari bahan kering non perekat semen.
"Pasarnya masih banyak yang bisa digarap. Kita nggak terlalu khawatir untuk pasar dalam negeri. Pasti akan ada peningkatan. Tahun lalu pertumbuhan Gyproc cukup bagus, bisa memenuhi target, hampir 20 persen," ungkap Rini di sela-sela Trainning Aplikasi Gyproc di Balai Jasa Konstruksi Wilayah III Jakarta di Jalan Dr Suratmo, Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis (20/4).
Rini menyebut, saat ini sudah banyak hotel, apartemen, maupun perkantoran yang menggunakan drywall. "Kami menyasar retail juga nantinya. Biasanya perumahan elit sudah menggunakan drywall," imbuhnya.
Menurut Rini, drywall menjadi alternatif yang dipilih para aplikator karena pemasangannya lebih cepat, penerapannya lebih mudah, dan tempat pengerjaan juga lebih bersih dibanding dinding konvensional dari bahan bata merah, batako maupun bata ringan.
Penggunaan drywall Gyproc juga diyakini mampu mendorong efisiensi dari sisi biaya tenaga kerja dan waktu pengerjaan hingga 20 persen dibanding pengerjaan dinding menggunakan bahan konvensional.
SGCPI tidak hanya menjual papan gypsum, tapi lebih kepada sistem yang mampu menyediakan solusi sesuai kebutuhan. Sistem dinding untuk area yang perlu perlindungan api, berbeda dengan sistem untuk area lembab.
"Dinding drywall juga bisa diatur tingkat akustiknya menggunakan layering dan insulasi untuk mendapatkan tingkat kekedapan tertentu," bebernya.
Mencermati geliat pasar konstruksi dan bahan bangunan dalam negeri yang terus tumbuh itu, SGCPI merangkul para aplikator dalam komunitas Gyproc Maspro Club. Aplikator bisa dari perorangan, perusahaan, maupun distributor.
Melalui klub yang diluncurkan 18 Januari 2017 lalu itu, aplikator bisa mendapatkan pelatihan gratis guna meningkatkan profesionalitas mereka, sertifikat pelatihan, serta berkesempatan mengikuti kompetisi dengan hadiah utama paket tur gratis ke Thailand.
Mereka juga berpeluang untuk berpartisipasi dalam ajang Saint-Gobain International Thropy Event yang tahun ini akan digelar di Lisbon, Portugal.
Fondy Reymont Kurniawan, Technical Development Engineer SGCPI mengatakan, dengan pelatihan itu SGCPI ingin mengedukasi aplikator bahwa bahan gypsum yang selama ini lebih banyak digunakan untuk plafon, bisa juga digunakan untuk dinding.
"Kami ingin menyiapkan pengetahuan dan ketrampilan para pekerja agar siap menghadapi pasar baru dunia properti nantinya," kata Reymont. (chi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20170420pasar-drywall-bergairah-gyproc-catat-pertumbuhan-20-persen_20170420_201401.jpg)