Kemenag Sudah Panggil First Travel dan Perintahkan Berikan Jadwal Pasti ke Jemaah

Muhajirin telah meminta kepada pihak First Travel untuk segera memberikan jadwal keberangkatan yang pasti kepada jemaah.

Kemenag Sudah Panggil First Travel dan Perintahkan Berikan Jadwal Pasti ke Jemaah
istimewa
Ratusan calon jemaah Umrah geruduk kantor First Travel, Kamis (20/4/2017) 

WARTA KOTA, JAKARTA Banyaknya jemaah umrah yang mempertanyakan keberangkatan mereka ke First Travel sudah diketahui Kementerian Agama (Kemenag). Seperti dikutip dari situs Kemenag, Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah memanggil pihak First Travel untuk mengklarifikasi masalah penundaan keberangkatan jemaah umrah.

Direktur First Travel Andika Surachman beserta jajarannya dipanggil Kemenag pada Selasa (18/4/2017) siang dan diterima oleh Direktur Umrah dan Haji Khusus Muhajirin Yanis. Ikut mendampingi, Kasubdit PIHK Iwan Dartiwan dan Plh Kasi Pengawasan Zakaria Ansori.

"Kami panggil First Travel untuk mengklarifikasi berbagai hal yang berkembang di lapangan, terutama terkait adanya sekitar 270 jemaah yang tertunda keberangkatannya. Juga melakukan crosscheck atas data yang ditemukan di lapangan untuk mengetahui penyebab sesungguhnya," ujar Muhajirin Yanis seperti dikutip dari situs Kemenag.

Selain itu, Muhajirin juga menanyakan masalah penjadwalan ulang keberangkatan sejumlah jemaah umrah First Travel. Ia mengaku mendapatkan keluhan tentang adanya sejumlah jemaah yang mengalami penundaan pemberangkatan. Ada juga jemaah yang mengadu terkait urutan keberangkatan. Meski mendaftar lebih dahulu, mereka mengaku ada jemaah lain yang mendaftar belakangan malah didahulukan.

"Ada temuan di lapangan, jemaah yang seharusnya berangkat belakangan, didahulukan. Jemaah yang seharusnya berangkat lebih awal mengetahui itu sehingga mereka bereaksi dan menuntut ada kepastian keberangkatan," ujarnya.

Terkait hal ini, Muhajirin telah meminta kepada pihak First Travel untuk segera memberikan jadwal keberangkatan yang pasti kepada jemaah. Selain itu, mereka juga diminta untuk segera mendata ulang jemaah yang mendaftar promo sejak tahun 2015 dan hingga saat ini belum mendapatkan jadwal keberangkatan atau sudah mendapat jadwal tapi masih tertunda.

"Mereka berkomitmen untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan keberangkatannya," ucap Muhajirin. "Apa yang telah menjadi kesepakatan bersama, pihak Kemenag akan terus memantau dan mendalami apakah ini betul-betul dilaksanakan," tambahnya.

Penulis: Ahmad Sabran
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved