Pilkada DKI Jakarta

Tim Ahok-Djarot Pertanyakan Masih Banyak Warga yang Tidak Mendapatkan C6

Jelang hari pencoblosan besok, I Gusti Putu Artha, Tim pemenangan Ahok-Djarot, menangapi pendistribusian c6 tidak terlayani dengan baik

Tim Ahok-Djarot Pertanyakan Masih Banyak Warga yang Tidak Mendapatkan C6
KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI
Ilustrasi pemilih di depan kotak suara. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Joko Supriyanto

WARTA KOTA, MENTENG -- Jelang hari pencoblosan yang akan berlangsung besok, I Gusti Putu Artha, Tim pemenangan Ahok-Djarot, menangapi pendistribusian c6 tidak terlayani dengan baik.

Hal itu disampaikan banyaknya aduan warga yang mengatakan bahwa hingga H-1 tidak mendapatkan formulis c6.

Menurutnya aduan tersebut selama 3 hari ini sudah mencapai 1483 dan ditambah pada hari ini 391 warga yang mengadu hingga saat ini tidak mendapatkan formulir C6.

Fakta-fakta tersebut didapat dari call center tim pemenangan yang merespon 1483 keluhan warga yang belum mendapatkan formulir c6 dalam empat hari ini.

Selain itu angka tersebut, belum termasuk 389 keluhan yang didapat melalui nomor pribadinya.

"Pada putaran pertama formulir c6 itu sudah terdistribusi H-7 tapi putaran kedua ini saya sangat kecewa dengan pendistribusian c6 ini, karena hingga saat ini masih banyak warga yang tidak mendapatkan formulir c6," kata Putu di kawasan Menteng, Selasa (18/4/2017).

Selain itu beberapa lokasi yang paling banyak belum menerima formulir C6 hingga tadi malam seperti Rusun Albo Cakung Barat, Komplek Taman Modern Cakung, Apartemen Park View Sunter, Perumahan Green Lake City Cengkareng, Komplek Perumahan Puri Mansion Jakarta Barat.

Selain pendistribusian C6 yang tidak maksimal, Putu mengatakan bahwa juga ada temuan formulir C6 terdapat NIK yang berbeda.

"Ini juga ada hal menarik yang tidak ditemukan pada putaran pertama, tapi ditemukan pada putaran kedua, banyak orang diberikan C6 tapi NIKnya salah, seharusnya 16 digit tapi hanya 15 digit, dan modus seperti ini banyak terjadi pada putaran kedua," katanya.

Ia menegaskan bahwa hal ini tidak mungkin terjadi human error pasalnya banyak NIK yang salah.

"Asumsi human error tidak masuk akal karena secara kolektif salah,” katanya.

Untuk mencegah C6 tersebut disalahgunakan, Putu mengimbau kepada warga yang belum mendapatkan C6 diharapkan segera mendatangi TPS.

Apalagi, menurut Putu, sore ini ketika penyetingan layout TPS bisa menjadi waktu yang tepat untuk menagih C6 karena seluruh KPPS akan berada di TPS.

"Kami juga mengimbau kalau mereka ngeyel tidak mau memberikan C6, videokan, lalu viralkan. Akan ada massanya nanti kita pidanakan. C6 itu adalah hak mutlak yang harus diperjuangkan dan didapatkan," kata Putu. (M13)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved