Rasisme Steven terhadap Gubernur NTB Harus Diadili Tanpa Harus Dilaporkan

Penghinaan dan rasisme oleh seorang penumpang di Bandara Changi itu seharusnya polisi bisa langsung bertindak.

Rasisme Steven terhadap Gubernur NTB Harus Diadili Tanpa Harus Dilaporkan
Wisata Lombok
Tuanku Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi, Gubernur NTB yang merupakan gubernur yang hafal Al Quran. 

Menurut Ketua Umum NW Wilayah Jawa Barat, Wahyu Setiawan, penghinaan tersebut juga berlangsung di pesawat.

Ketika pesawat mendarat di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, TGB langsung melaporkan Steven ke kepolisian bandara.

“Awalnya, kan Pak Gubernur sedang antre di bandara Changi. Kemudian, beliau ingin keluar dari antrean untuk melihat jadwal penerbangan. Setelah itu, beliau masuk lagi ke barisan. Steven yang ada di belakangnya, langsung marah–marah ke Pak Gubernur dan mencaci maki beliau,” kata Wahyu, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

Steven sendiri telah melayangkan surat permohonan maaf yang telah dibubuhi materai.

Menurut surat tersebut, ia mengakui dirinya melayangkan kata-kata bernada sara yaitu “Dasar Indo, Dasar Indonesia, Dasar Pribumi, Tiko!”

“Steven mengatakan bahwa Pak Zainul Majdi itu “Dasar pribumi, dasar Indo dan Tiko dan dia juga mengumpat yang lainnya. Dia memang orang Tionghoa dan menghina orang Indonesia, padahal dia orang Indonesia dan mencari nafkah di Indonesia,” kata Wahyu.

TGB sendiri sudah memaafkan sikap Steven.

Namun, pihak NW sendiri mengatakan akan terus mengusut kasus ini hingga ke pidana.

“Beliau sudah memaafkan, tetapi kami dari warga NW merasa tidak puas. Supaya ada efek jera terhadap Steven. Ini memecah kebhinekkaan masalahnya, tidak hanya dari warga NW, tetapi juga terhadap warga Indonesia. Bahaya. Sara larinya seperti ini,” ujar Wahyu.

Editor: Gede Moenanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved