Breaking News:

Kementerian KUMKMP Bekukan 2.000 Koperasi di Jakarta

Sebanyak 2.000 koperasi di Jakarta dibekukan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUMKMP).

Warta Kota/Junianto Hamonangan
Kepala Dinas KUMKMP DKI Irwandi saat membuka seminar bertajuk 'Meningkatkan Produktivitas UMKM Melalui Inovasi dan Kreativitas' yang digelar Indomaret dan Carnation bekerjasama dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan DKI, Kamis (10/12/2015). 

WARTA KOTA, PALMERAH - Sebanyak 2.000 koperasi di Jakarta dibekukan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUMKMP).

Pembekuan koperasi itu berdasarkan rekomendasi dari Dinas KUMKMP Pemprov DKI Jakarta. Dan sudah dikeluarkan surat pembekuan sejak Desember 2016 lalu.

Kepala Dinas KUMKMP Pemprov DKI Jakarta, Irwandi, mengatakan, di Jakarta total ada 7.000 koperasi yang terdaftar.

"Sekarang sisa 5.000 koperasi jadinya," kata Irwandi ketika dihubungi Wartakotalive.com, Rabu (12/4/2017) siang.

Sebanyak 2.000 koperasi itu dibekukan lantaran sudah tak jelas kepengurusannya dan tak pernah melapor lagi ke Dinas KUMKMP.

"Apalagi kalau sudah tiga tahun tak melakukan RAT. Dibekukan pasti itu," ucap Irwandi.

Salah satu yang dibekukan adalah Koperasi Penawas Kata yang menaungi pedagang kaki lima (PKL) di kawasa Kota Tua.

"Sudah kacau kepengurusan Penawas Kata soalnya. Pengurusnya kita panggil saja tak ada yang datang untuk laporan pertanggungjawaban," ujar Irwandi.

Terkait PKL Kota Tua, kata Irwandi, pihaknya nanti akan membentuk koperasi baru untuk menaungi PKL disana.

"Nanti akan dibentuk koperasi khusus untuk PKL yang akan mengisi Jalan cengkeh," kata Irwandi.

Saat ini pusat PKL Jalan Cengkeh sendiri masih dalam tahap pembangunan. Dan baru 40 persen pengerjaannya.

"Kami targetkan sebelum awal puasa sudah rampung pusat PKL Jalan Cengkeh," kata Irwandi.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved