Breaking News:

Sidang Ahok

Hakim Dwiarso Marahi Jaksa saat Jelaskan Surat Kapolda Metro Jaya

"Saudara tanggal 17 siap atau tidak. itu saja. Tegas. Kalau saudara tidak ya jelaskan alasannya. Ini yang saya tanya saudara."

Penulis: Suprapto | Editor: Suprapto
Wartakotalive.com/Suprapto repro KompasTV
Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) Dwiyarso Budi Santiarto memimpin sidang Ahok, Selasa (13/12/2016) 

WARTAKOTA, PALMERAH-- Jaksa penuntut umum dan tim pengacara Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kena semprot hakim ketua sidang penondaan agama, Selasa (11/4/2017).

Hakim ketua, Dwiarso Budi Santiarto, memarahi jaksa dan juga tim pengacara karena bertele-tele dalam memberikan keterangan terkait permohonan penundaan tuntutan terhadap Ahok

Baca: JPU Minta Tunda Tuntut Ahok karena Belum Selesai Ngetik

Jaksa kena semprot ketika menjelaskan secara berbelit-belit terkait permintaannya untuk menunda tuntutan.

Jaksa juga menyebut ada Surat Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Irawan terkait penundaan itu.

Semula jaksa mengatakan, tuntutan belum bisa disampaikan karena masalah pengetikan.

Kemudian dia menambahkan, masalah lainnya adalah penyusunan materi tuntutan banyak hal yang harus dipertimbangkan.

"Kalau suadara belum siap dengan tuntutan, sesuai dengan jadwal persidangan yang sudah kita sepakati, hari ini ini mestinya kan tuntutan kemudian sidang berikut pledoi. Karena tidak sempat atau belum selesai menyusun tuntutan, maka sidang berikutnya tanggal 17 (April). Saudara siap," ujar Hakim Dwiarso sambil matanya menatap tajam jaksa.

Jaksa seperti kebingungan karena tanggal 17 April artinya dua hari sebelum Pilkada DKI Jakarta putaran kedua.

Sementara sebelumnya, Jaksa Agung HM Parsetyo telah mengatakan akan menunda penuntutan terhadap Ahok hingga pilkada. Ini sesuai surat Kapolda Metro Jaya yang juga meminta sidang ditunda.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved