Shinta Utami Bertekad Taklukkan Yogyakarta-Jakarta dengan Kursi Roda

Shinta Utami, yang akan menempuh Yogya-Jakarta, mengungkapkan, ini semua merupakan mimpinya yang ingin diwujudkan.

Shinta Utami Bertekad Taklukkan Yogyakarta-Jakarta dengan Kursi Roda
Warta Kota/Alija Berlian Fani
Shinta Utami (32) yang akan menempuh Jogja-Jakarta di Menara Anugrah Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (6/4/2017). 

WARTA KOTA, SETIABUDI -- Meski mengalami keterbatasan fisik, Shinta Utami (32) memiliki tekad yang luar biasa untuk menempuh Yogyakarta-Jakarta dengan menggunakan kursi roda.

Jarak yang mencapai 530 kilometer (km) tidak membuatnya mengurungkan niat, semua itu demi membuktikan bahwa penyandang disabilitas terutama perempuan tidak bisa dipandang sebelah mata dan bahkan bisa lebih baik.

"Perempuan sering sekali mendapat diskriminasi ganda, dari data statistkk yang ada menunjukkan kalau penyandang disabilitas perempuan lebih miskin dibanding laki-laki," ujarnya, saat di temui di Menara Anugrah Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (6/4/2017).

Berbekal pengalaman sebelumnya yang telah berhasil melakukan perjalanan mengelilingi Nusantara menggunakan motor, dirinya mengungkapkan ini semua merupakan mimpinya yang ingin diwujudkan.

"Saya menyebutnya ini Jouney of Dreams, sebagai perjalanan mimpi karena kalau bukan kita yang berusaha sendiri mewujudkan mimpi, tidak akan ada orang lain yang bisa mewujudkannya," jelasnya.

Begitulah asal muasal motivasi yang membuat sirinya untuk mencoba melakukannya dan meminimalkan keinginan untuk menyerah ketika di tengah-tengah perjalanan.

Meski demikian, ketika penerapannya dilapangan tidak semulus dengan keinginan, karena terkadang dirinya menemukan orang-orang yang memandang remeh dan berpikir negatif tentangnya.

"Ada orang yang bilang ini ngemis gaya baru, ada yang bilang ngapain sih mba cape cape, nyari sensasi ya. Ada kuga yang menawarkan tumpangan, malahan ada yang ngasih uang Rp 5 ribu atau Rp 10 ribu," ungkapnya berdasarkan pengalaman dari perjalanaan sebelumnya.

Ia menambahkan bahwa semua yang dilakukannya saat ini tidak terlepas dari keingininnya untuk membuktikan pada dunia kalau dirinya tidak berbeda dengan orang pada umumnya.

"Rencananya perjalanan di mulai dari tanggal 10 (April 2017) nanti, perkiraan akan memakan waktu sampai 20 hari, tapi bisa aja 10 hari. Saya berharap hal ini bisa menginspirasi banyak orang dan tidak ada lagi diskriminasi terhadap penyandang disabilitas," imbuhnya. (Alija Berlian Fani)

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved