Senin, 13 April 2026

Diduga Deprsi, Mahasiswa Perbanas Bunuh Diri Lompat dari Lantai Tujuh Kampusnya

Jenazah Frans ditemukan pertama kali oleh dua saksi mata, yakni Abdul Djaelani (34) dan Mustadi (38), petugas kebersihan kampus.

Warta Kota
Ilustrasi 

WARTA KOTA, SETIABUDI - Frans Berton Martua (20), mahasiswa semester VI jurusan Akuntansi STIE Perbanas, ditemukan tewas mengenaskan di Gedung Unit III STIE Perbanas, Kelurahan Karet, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (5/4/2017) malam.

Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polres Metro Jakarta Selatan Komisaris Purwanta mengatakan, Frans diduga tewas bunuh diri dengan cara melompat dari lantai tujuh gedung tersebut.

Purwanta menjelaskan, pemuda warga Jalan Musala Al Rohman, Kelurahan Jatibening Baru, Kecamatan Pondok Gede itu, ditemukan tewas sekitar pukul 22.25 WIB, dengan kondisi kepala mengeluarkan darah.

Jenazah Frans ditemukan pertama kali oleh dua saksi mata, yakni Abdul Djaelani (34) dan Mustadi (38), petugas kebersihan kampus.

"Menurut keterangan saksi, saat mengambil sampah di lobi Gedung III Kampus Perbanas pada pukul 22.25 WIB, tiba-tiba melihat korban jatuh dari atas gedung, diduga dari lantai tujuh ke lantai dasar halaman kampus," ungkap Purwanta kepada Warta Kota, Kamis (6/4/2017).

Melihat Frans terjatuh, Djaelani dan Mustadi lalu memanggil petugas sekuriti kampus untuk mengecek keadaan korban. Saat mereka berusaha menolong, nyawa Frans ternyata sudah melayang.

Para saksi melihat darah segar dari kepala Frans. Saat kejadian, korban mengenakan kemeja putih dan celana jin hitam.

Atas kejadian itu, saksi mata melaporkan ke Polsek Metro Setiabudi. Polisi yang datang ke lokasi kejadian kemudian membawa jenazah Frans ke RSUPN Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat.

Kamis pagi, keluarga Frans membawa jenazah dari RSCM menuju rumah duka di Pondok Gede, Bekasi.

Purwanta menuturkan, hasil penyelidikan kepolisian sementara, Frans memilih mengakhir hidupnya dengan jalan bunuh diri akibat merasa tertekan.

"Bunuh diri, dugaan sementara baru depresi karena persoalan pribadi," jelasnya. (*)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved