Kamis, 9 April 2026

Pilkada DKI Jakarta

Belum Diperhatikan, Komunitas Tuna Rungu Dukung Anies-Sandi

Dua pekan jelang hari pencoblosan Pilkada DKI Jakarta, Rabu (19/4) kediaman Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan kembali didatangi relawa

Warta Kota/Dwi Rizki
Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, saat menerima kehadiran perwakilan berbagai komunitas tuna rungu Jakarta di kediamannya di Jalan Lebak Bulus Dalam II, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan pada Kamis (6/4). 

WARTA KOTA, CILANDAK -- Dua pekan jelang hari pencoblosan Pilkada DKI Jakarta, Rabu (19/4) kediaman Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan kembali didatangi relawan.

Kali ini, dukungan mengalir dari berbagai komunitas tuna rungu di DKI Jakarta.

Dukungan komunitas tersebut diungkapkan ketua Majelis Taklim Tuli Indonesia (MTTI), Rama Syahti berangkat dari kebijakan pemprov DKI Jakarta yang kini belum berpihak kepada kaum disabilitas.

Sejumlah sarana dan prasarana umum belum ramah dengan para difabel, padahal mereka katanya memiliki hak yang sama untuk menikmati fasilitas umum.

Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, saat menerima kehadiran perwakilan berbagai komunitas tuna rungu Jakarta di kediamannya di Jalan Lebak Bulus Dalam II, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan pada Kamis (6/4).
Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, saat menerima kehadiran perwakilan berbagai komunitas tuna rungu Jakarta di kediamannya di Jalan Lebak Bulus Dalam II, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan pada Kamis (6/4). (Warta Kota/Dwi Rizki)

"Jumlah orang tuna rungu di Jakarta ada sekitar 5000 yang siap mendukung pasangan Anies Sandi," ungkapnya kepada Anies

Anies pun berterima kasih atas kehadiran perwakilan berbagai komunitas tuna rungu Jakarta di kediamannya di Jalan Lebak Bulus Dalam II, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan pada Kamis (6/4). Apalagi lanjutnya, sebagian besar meninggalkan pekerjaan sehari-harinya.

"Penduduknya 10 juta, yang punya tantangan terkait pendengaran itu 5000. Jangan anggap ini jumlah yang kecil. Karena satu individu adalah satu warga negara yang punya hak yang sama. Ini bukan seberapa banyak jumlahnya," ungkap Anies.

Rama kemudian berharap terjalin kerja sama yang baik antara kaum disabilitas dengan pemerintah, khususnya melalui akses informasi dan fasilitas yang mendukung interaksi antar warga Jakarta.

Menindaklanjuti aspirasi tersebut, Anies berkomitmen akan mengajak kaum disabilitas dalam merumuskan kebijakan pemerintah daerah yang ramah kaum disabilitas.

"Karena yang paling mengerti soal kebutuhan dan merasakan kendala adalah saudara (disabilitas) semua. Pemerintah jangan sok tahu. Pemerintah dengarkan dan panggil. Itu komitmen kita," ujar Anies. (dwi)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved