Sindikat Narkotika Jaringan Aceh-Jakarta Beralih dari Ganja ke Sabu

Ini jaringan baru narkotik Aceh-Jakarta, sekarang, berubah menjadi penyelundup, penjual, atau sindikat sabu.

Sindikat Narkotika Jaringan Aceh-Jakarta Beralih dari Ganja ke Sabu
Warta Kota/Andika Panduwinata
Ilustrasi. Kapolda Metro Jaya, Irjen M. Iriawan, saat menjelaskan sindikat narkoba jaringan internasional berhasil diamankan jajaran Polda Metro Jaya di Polres Bandara Soekarno Hatta, Tangerang pada Rabu (5/4/2017). 

WARTA KOTA, TANGERANG -- Selain mengungkap penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu dari Taiwan ke Jakarta, Polda Metro Jaya juga menggagalkan peredaran sabu-sabu seberat 2,2 kilogram dari Aceh ke Jakarta, belum lama ini.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Mochammad Iriawan menyampaikan, kasus itu diungkap di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, serta Cengkareng, Jakarta Barat. Polisi menangkap tiga tersangka WNI berinisial FJR, MI, dan ABD.

"Ini jaringan baru narkotik Aceh-Jakarta. Karena biasanya dari Aceh itu jenis narkotika seperti ganja. Namun, sekarang, berubah menjadi penyelundup, penjual, atau sindikat sabu," ujar Iriawan di markas Polres Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (5/4/2017).

Iriawan menjelaskan, penelusuran kasus tersebut telah dimulai sejak awal Februari 2017 berdasarkan informasi masyarakat.

Kemudian pada 14 Maret 2017 lalu, sekitar pukul 16.00 WIB, petugas membuntuti FJR yang berniat menemui MI dan ABD di kawasan Petamburan. Di sana, ketiganya dibekuk petugas. Dari lokasi tersebut, petugas menemukan dan menyita barang bukti 258 gram sabu-sabu.

Dari petamburan, petugas kemudian bergerak ke kamar indekos FJR di Cengkareng. Hasil penggeledahan, petugas menemukan barang bukti 23 bungkus plastik isi sabu-sabu dengan berat total 1,9 kilogram.

"Kita bisa selamatkan hampir 24.000 jiwa sehingga kita mintakan tanggungjawabnya. Khusus dari jaringan ini kita kembangkan asalnya karena dari Aceh kemungkinan bisa dari seberang atau tempat lain," bilang Iriawan.

Para tersangka dijerat Pasal 113 ayat 2 subsider pasal 114 ayat 2 subsider pasal 112 ayat 2 Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved