Pilkada Banten

Putranya Jadi Wakil Gubernur, Ratu Atut Chosiyah Berterima Kasih kepada Masyarakat Banten

Pasangan tersebut dipastikan menjadi gubernur dan wakil gubernur Banten periode 2017-2022.

Putranya Jadi Wakil Gubernur, Ratu Atut Chosiyah Berterima Kasih kepada Masyarakat Banten
Warta Kota/henry lopulalan
Ratu Atut Chosiyah 

WARTA KOTA, KEMAYORAN - Ratu Atut Chosiyah menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Banten, yang telah memilih pasangan gubernur dan wakil gubernur Wahidin Halim-Andika Hazrumy.

Pasangan tersebut dipastikan menjadi gubernur dan wakil gubernur Banten periode 2017-2022, menyusul keputusan Mahkamah Konstitusi yang menolak gugatan hasil Pilkada Banten yang diajukan pasangan Rano Karno-Mulia Syarif.

"Terima kasih berkat doa, berkat dukungan masyarakat Banten, tentunya ya kemenangan Pak Wahidin dengan Andika merupakan kemenangan seluruh masyarakat Banten," kata Ratu Atut di sela persidangan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (5/4/2017).

Ratu Atut berharap pasangan Wahidin-Andika menjalankan jabatan gubernur sesuai ketentuan.

"Semoga bisa melaksanakan amanah dengan sebaik-baiknya sesuai dengan aturan yang berlaku," kata mantan Gubernur Banten itu.

Ditanya mengenai dugaan Andika turut menikmati uang hasil korupsi pengadaan alat kesehatan di Rumah Sakit Rujukan Pemprov Banten, Ratu Atut menolak berkomentar.

"Terima kasih semuanya," ucap Ratu Atut.

Andika adalah putra Ratu Atut, terdakwa korupsi pengadaan alat kesehatan di Rumah Sakit Rujukan Pemprov Banten. Dalam dakwaan Ratu Atut, muncul penerimaan uang oleh Andika.

Uang tersebut diperoleh dari hasil pengadaan alat kesehatan tersebut. Saat proses pelaksanaan lelang alat kesehatan di Hotel Crowne Plaza Jakarta pada Juli 2012, Ratu Atut memanggil Kepala Dinas Kesehatan Djaja Budi Suhardja, Kadis Sumber Daya Air I'Ing Suwargi, dan Kadis Pendidikan Nasional Hudaya Latuconsina.

Turut hadir pula Tubagus Chaeri Wardana Chasan alias Wawan dan Andika. Saat itu, Ratu Atut menyampaikan keluhan tentang adanya kebutuhan untuk Andika.

"Saat itu terdakwa menyampaikan keluhan tentang adanya kebutuhan operasional atau dana taktis yang diperlukan terdakwa selaku Gubernur Banten dan Andika Hazrumy selaku anggota Dewan Perwakilan Daerah RI," ungkap Jaksa Penuntut Umum pada KPK Afni Carolina, di Pengadian Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (8/3/2017).

Untuk memenuhi permintaan Ratu Atut, Wawan kemudian meminta Dadang Prijatna menemui Djadja Buddy Suhardja di kantor Dinas Kesehatan, untuk menyerahkan daftar proyek seluruh pengadaan pada Dinas Kesehatan, dan persentase alokasi anggaran.

Hal itu dilakukan sebagai pegangan atau bahan kontrol pengeluaran uang yang akan diberikan kepada Ratu Atut sebesar 2,5 persen, dari total proyek yang dikerjakan Wawan untuk memenuhi permintaan dana taktis tersebut. (*)

Penulis:
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved