Senin, 18 Mei 2026

Ini Awal Kronologi Johanes Digugat Rp 10 M oleh Anak Angkat dan Menantunya

Johanes mengatakan ketika itu dirinya juga kesal terhadap‎ keluarga besannya tersebut, lantaran diam-diam memiliki usaha digital printing sendiri.

Tayang:
Warta Kota
Ilustrasi 

WARTA KOTA, PENJARINGAN - Johanes (60), warga di Komplek Teluk Indah Blok Sera 61, Teluk Gong, Penjaringan, Jakarta Utara, diketahui digugat anak angkat dan menantu sendiri yakni Jessica dan Robert, dengan nominal Rp 10 miliar.

Ia yang merupakan mantan pengusaha percetakan di Jakarta ini mengaku, awal mula permasalahan yang dideranya itu saat adik Jessica beserta Jessica memukul Johanes dengan batang besi dan pengki di rumahnya yang dijadikan kantor keluarga, pada tahun 2014 silam.

"‎Kasus berawal ketika keluarga besan saya (Jessica) ya, itu datang ke rumah. Namun, saat itu saya ada keperluan mas soal penandatangan kontrak. Mungkin ya ini mungkin saja‎ mereka datang, sayanya enggak layani. Eh adiknya Jessica kesal mau memukul saya pakai batang besi, yang memang sudah dibawa. Untung ada ibu (Istri) yang melerai. Lalu, si menantu saya (Jessica) turun dari lantai atas rumah. Kirain saya, Jessica mau melerai, eh malah mau mukul saya pakai pengki. Ya mungkin, keluarga besa saya kesal karena saya enggak layani," katanya, Rabu (5/4/2017).

Johanes mengatakan ketika itu dirinya juga kesal terhadap‎ keluarga besannya tersebut, lantaran diam-diam memiliki usaha digital printing sendiri.

"Ya sebelum kejadian itu, sempat datang mungkin ya soal dana usaha. Ya saya bilang ke mereka itu 'Saya ada tempat nih bisa dikontrakin yang di Tangerang. Yuk sama-sama ya kita mengerjakan (Proyek Digital Printing). Eh, malah cuek dan kabur dan enggak tahunya, sudah punya perusahaan sendiri. Yasudah ketika hari itu saya ada objek besar dapat kucuran dana, baru deh datang ke rumah. Lalu, saya tidak layani. Mau ngapain dilayani. Ketika sayanya ini mau bantu malah kabur. Nah mungkin karena saya tidak layani, malah marah adik menantu saya, serta menantu saya malah ikut-ikutan mau mukulin saya," ungkapnya.

Johanes melanjutkan, setelah kejadian itu keluarga berikut Jessica mensomasinya dan meminta sebanyak empat SHM atau Sertifikat Hak Milik-nya agar segera dibalik nama atas nama Jessica.

"Ujug-ujug saya disomasi pertama, minta lah empat SHM, baik rumah ruko, tanah dan sebagainya itu dibalik nama ya atas nama dia. Wong itu saya jaga kok sepuluh tahun serta memang saya pegang (SHM) itu. Toh saya kalau nanti mati sayanya, ya memang atas nama dia (Jessica). Ya saya tetap enggak mau. Mana mau sayanya, toh saya mau dipukul ya saat ini. Akhirnya saya somasi kembali. Eh ujug-ujug, saya dilaporkan ke Polda Metro Jaya beberapa waktu yang lalu, dan dikatakan saya melakukan dugaan penggelapan SHM itu," katanya.

Ia telah memahami permasalahan ini akan berujung ranah‎ pidana dan perdata. Terkait dirinya akan digugat anak dan menantunya sebesar Rp 10 Milyar, ia pun membantahnya.

"Rp 10 M itu merupakan uang damai, yang diminta Jessica ke saya. Jadi, sebenarnya yang menggugat itu saya. Bukan Jessicanya. Rp 10 Milyar itu, sebenarnya uang damai yang diminta si Jessica. Kan, sayanya dilaporin ke Polda Metro Jaya terkait permasalahan itu (Penggelapan). Lalu, sampai di sana (Polda Metro Jaya), si Jessica ini meminta sebanyak tiga sertifikat hak milik (SHM) itu atas nama dia. Kemudian‎ berujung masalah ini ke ranah damai minta Rp 1 Milyar ya. Ya saya pikir, kasih saja lah," paparnya.

Ia melanjutkan, "Lalu, saya siapkan uangnya ya dan ada Rp 1,5 Milyar. Kemudian, saya dapat kabar mendadak melalui pengacara saya, kalau dia minta uang damai Rp 10 Milyar. Mikir pakai otak uang darimana saya bisa dapat segitu yah dan akhirnya bodo amatan lah. Saya enggak ladenin. Tiba-tiba, mendadak sayanya ternyata sudah di P21 Pengadilan Negeri‎ Jakarta Utara. Saya enggak menyangka saja," ucap Johanes yang belum memiliki keturunan ini.

Johanes mengatakan, dirinya sendiri tak tahu masalah apa‎ yang didera keluarganya saat ini. Johanes, yang diketahui belum memiliki keturunan ini menjelaskan, apabila Robert merupakan anak yang diadopsinya, sedangkan Jessica itu merupakan seorang wanita yang sudah dianggap Johanes sebagai anak angkat dan dijodohkannya ke Robert. Diakui Johanes permasalahan yang dideranya kini hanya masalah materi semata.‎

"Ya gimana ya saya jelasinnya ya? Awalnya itu,‎ dari mana? Ya kalau misalnya kita punya materi (harta), kalau kita lagi kesusahan semuanya meninggalkan saya. Gilirannya‎ mau dapat bagian (harta/warisan) baru deh datang," ungkap Johanes kembali.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved