Sabtu, 25 April 2026

Hasil Tes Urine Mendadak Anggota DPRD Depok Tidak Trasparan

Keriuhan terjadi karena petugas BNN Kota Depok meminta seluruh anggota DPRD Depok menjalani tes urine.

Penulis: Budi Sam Law Malau |
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Ervan Teladan 

WARTA KOTA, DEPOK -- Usai rapat paripurna di Gedung DPRD Depok, Rabu (5/4/2017), sontak keriuhan terjadi karena petugas BNN Kota Depok meminta seluruh anggota DPRD Depok menjalani tes urine.

Satu persatu anggota DPRD Depok menyerahkan sampel air seninya untuk diperiksa petugas BNNK Depok.

Setelah semuanya menyerahkan air seni dan dilakukan tes urine, hasil dari tes yang ditunggu tak kunjung diumumkan.

Sejumlah petugas yang ditanyai wartawan justru bergegas masuk ke dalam ruang anggota DPRD di sebelah gedung rapat paripurna.

Mereka tak menggubris wartawan yang mengejar dan terus mempertanyakan hasilnya.

Hingga sore, beberapa petugas tersebut tak kunjung keluar dan membuat wartawan protes.

Sebab biasanya hasil tes urine disampaikan langsung dan tak memerlukan waktu lama.

Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna yang juga hadir dalam paripurna dan dites urine mengaku juga heran dengan tidak transparannya petugas BNNK soal hasil tes urine ini.

"Semestinya, memang, hasil tes segera diberitahukan. Namun secara umum saya mengapresiasi, para wakil rakyat yang mau menjalani tes urine. Saya sambut baik ini dalam rangka pencegahan narkoba," kata Pradi.

Menurutnya catatan peredaran narkoba di Kota Depok memang sudah cukup besar berdasa data 2016 lalu. "Lebih dari 300 orang ditahan baik pengedar atau pengguna di Depok," katanya.

Bukan saja tidak transparan, tes urine juga tak dihadiri seluruh anggota DPRD Depok. Dari total 50 anggota, hanya 33 yang ikut tes urine.

"Saya menyayangkan tidak semua anggota dewan hadir," kata‎ Supriatni, anggota DPRD dari Fraksi Golkar.

Menurutnya, ada sejumlah anggota DPRD dari Fraksi Golkar yang izin dengan berbagai keperluan seperti mendampingi Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto yang meresmikan rumah sakit di Depok.

Sebelumnya, wajah DPRD Depok tercoreng saat anggotanya, Ervan Teladan ditangkap karena dugaan mengonsumsi sabu. Ervan kabur dari kediamannya di Sawangan, Sabtu 4 Februari 2017 lalu.

Beberapa pekan kemudian, Ervan dicokok anggota Polresta Depok di wilayah Jatimulya.

Kepala BNN Kota Depok Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Hesti Cahyasari memastikan tes urine dilakukan mendadak tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

"Ini dilakukan mendadak sehingga sama sekali tak diketahui seluruh anggota DPRD termasuk Ketua DPRD dan Wakil Wali Lota Depok yang mengikuti sidang paripurna Raperda tadi," katanya.

Menurutnya rencana tes urine seluruh anggota DPRD memang sudah diprogram sejak lama. "Tapi baru dapat dilaksanakan sekarang dan kebetulan ada kegiatan sidang Paripurna, pembahasan Raperda, tentunya anggota banyak yang datang sehingga waktunya tepat," katanya.

Mengenai hasil tes urine yang tidak diumumkan saat itu, Hesti membantah hasil tidak transparan. Ia menuturkan petugas mesti melakukan analisis secara detail atas hasil tes urine sebelum diumumkan.

"Karena ini menyangkut anggota dewan jadi detail kita lakukan dan sedikit butuh waktu lebih panjang," katanya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved