Terduga Predator Anak yang Kabur dari Polresta Depok Masih Berstatus Saksi Sehingga Tidak Diborgol

Tim khusus yang dibentuk polisi untuk memburu buruh bangunan itu, terdiri dari 20 personel dan dibagi dalam lima tim.

Terduga Predator Anak yang Kabur dari Polresta Depok Masih Berstatus Saksi Sehingga Tidak Diborgol
ISTIMEWA
Predator Anak Kabur 

WARTA KOTA, DEPOK - Kepolisian Resor Kota Depok membentuk tim khusus untuk memburu Hasan (42), terduga kasus pencabulan anak yang kabur dari ruang penyidik saat akan diperiksa polisi, Senin (27/3/2017) pekan lalu.

Tim khusus yang dibentuk polisi untuk memburu buruh bangunan itu, terdiri dari 20 personel dan dibagi dalam lima tim.

"Kami bentuk tim khusus untuk memburu yang bersangkutan," kata Kasubag Humas Polresta Depok Ajun Komisaris Firdaus, Senin (3/4/2017).

Baca: Polisi Kota Bekasi Ciduk Dua Predator Anak, Salah Satu Korban Alami Luka Robek di Kelamin

Menurut Firdaus, Hasan kabur dari ruang penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Depok, Senin pekan lalu.

Sebelumnya, Hasan dibekuk warga dan diserahkan ke Polresta Depok, Minggu (26/3/2017) malam. Ia kabur keesokan harinya dari ruang Unit PPA.

Baca: Beredar Pesan Berantai Predator Anak Kabur dari Tahanan Polresta Depok, Warga Resah

Menurut Firdaus, saat Hasan kabur statusnya belum tersangka atau menjadi tahanan. Hasan masih sebatas saksi dan tengah menunggu diperiksa polisi usai diserahkan warga. Karenanya, kata dia, Hasan memang tidak diborgol karena masih sebatas saksi.

"Jadi yang bersangkutan masih dalam kapasitas saksi dan tidak diborgol," jelas Firdaus.

Menurutnya, karena pemeriksaan berjalan maraton di mana penyidik menggali keterangan dari keluarga korban dan warga, pemeriksaan terhadap Hasan tertunda.

"Selain itu Hasan dalam kondisi babak belur karena dihajar warga. Jadi belum diperiksa secara detail dan ditempatkan di ruang khusus di Unit PPA," paparnya.

Saat itulah, keesokan harinya, kata Firdaus, Hasan meninggalkan tempat khusus itu secara diam-diam dan kabur, tanpa sepengetahuan penyidik.

"Sampai saat ini penyidik masih melakukan pengejaran kembali. Kami juga sudah memanggil keluarga Hasan dan istrinya di Cikarang, Bekasi," imbuh Firdaus. (*)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved