Pencabulan

Predator Anak yang Kabur dari Polres Depok Berhasil Dibekuk Kembali

Hasan yang mengontrak di Tapos, Depok, dibekuk warga, Minggu (26/3/2017) karena diketahui sudah melakukan pencabulan kepada S (6) warga sekitar.

Predator Anak yang Kabur dari Polres Depok Berhasil Dibekuk Kembali
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Hasan, pelaku pencabulan pada anak dibawah umur yang sempat kabur dari Polresta Depok, Senin (27/3/2017) lalu, dibekuk kembali oleh polisi, Selasa (4/4/2017) siang, di Matraman, Jakarta Timur. 

WARTA KOTA, DEPOK -- Hasan (42), terduga pelaku pencabulan anak yang berhasil kabur dari ruang penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Depok, Senin (27/3/2017) lalu, akhirnya berhasil dibekuk kembali oleh aparat Polresta Depok.

Hasan dibekuk di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Selasa (4/4/207).

Hal itu dikatakan Kasubag Humas Polresta Depok Ajun Komisaris Firdaus kepada Warta Kota, Selasa.

"Sudah kami tangkap kembali yang bersangkutan, di Matraman, Jakarta Timur," kata Firdaus.

Baca: Terduga Predator Anak yang Kabur dari Polresta Depok Masih Berstatus Saksi Sehingga Tidak Diborgol

Sebelumnya Hasan berhasil kabur dari ruang penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Depok, saat akan diperiksa polisi, Senin (27/3/2017) pekan lalu.

Hasan yang mengontrak di Tapos, Depok, dibekuk warga, Minggu (26/3/2017) karena diketahui sudah melakukan pencabulan kepada S (6) warga sekitar.

Namun saat menunggu diperiksa penyidik, Hasan kabur dari ruang penyidik. Saat kabur statusnya masih sebatas saksi.

Untuk memburu Hasan, Polresta Depok membentuk tim khusus yang terdiri dari 20 personel dan dibagi dalam lima tim.

Baca: Beredar Pesan Berantai Predator Anak Kabur dari Tahanan Polresta Depok, Warga Resah

Kasat Reskrim Polresta Depok Komisaris Teguh Nugroho menuturkan saat ini status Hasan sudah ditingkatkan menjadi tersangka, setelah melalui mekanisme gelar perkara.

Ia memastikan polisi memiliki dua alat bukti untuk menetapkan Hasan sebagai tersangka.

"Kami sudah memiliki dua alat bukti dan menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka," katanya.

Hasan dijerat Pasal 82 UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara.

Teguh menturkan pihaknya juga mendalami dan menyelidiki kemungkinan ada korban lain selain S, yang sudah dicabuli Hasan.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved