Bazaar Dibatalkan Makin Komplit karena Ditambah Pedagang Mengeluh Sepi Pembeli

PD Pasar Jaya Pusat yang tidak mengizinkan bazaar tersebut dilakukan karena pihak acara tersebut terlalu dini menentukan jadwal acara.

Bazaar Dibatalkan Makin Komplit karena Ditambah Pedagang Mengeluh Sepi Pembeli
Warta Kota/ Panji Baskhara Ramadhan
Pasar Kebon Bawang. 

WARTA KOTA, TANJUNG PRIOK -- Endri Rehadani sebagai Kepala Pasar Kebon Bawang menanggapi batal digelarnya sebuah acara bazaar pada akhir Maret 2017 lalu yang dinilai dapat meramaikan Pasar Kebon Bawang.

Batal digelarnya bazaar yang dilakukan salah satu komunitas islami itu dibenarkan Endri, apabila PD Pasar Jaya Pusat yang tidak mengizinkan bazaar tersebut dilakukan.

"Rencananya memang, bazaar yang diselenggarakan para komunitas islami itu dilakukan pada Maret 2017 lalu," katanya pada Selasa (4/4/2017)..

Pasar Kebon Bawang yang dilaporkan dalam kondisi sepi.
Pasar Kebon Bawang yang dilaporkan dalam kondisi sepi. (Warta Kota/ Panji Baskhara Ramadhan)

Tapi, pihak PD Pasar Jaya membatalkannya lantaran pihak acara tersebut terlalu dini menentukan jadwal acara.

"Jadi intinya baru diajukan, tetapi penetapan acaranya terlalu dini. Jadi, pihak PD Pasar Jaya tak mengizinkan. Mungkin, prosedural itu tak lengkap ya, jadinya batal Bazaarnya," katanya.

Ia membenarkan kembali, bila bazaar ‎yang digelar itu bisa meningkatkan minat masyarakat untuk meramaikan Pasar Kebon Bawang.

Akan tetapi, Endri sendiri mengakui, ia tak bisa berbuat banyak karena PD Pasar Jaya Pusat yang bisa mengizinkan tidaknya acara tersebut digelar.

"Ya memang penetapan waktu acaranya tidak tepat sebab‎ pihak PD Pasar Jaya Pusat pun ada pertimbangan mungkin sehingga dibatalkan. Untuk ramai tidaknya pengunjung di Pasar Kebon Bawang kedepan kami akan menunggu ajuan dari pihak luar untuk dipersilahkan digelar acara apapun di Pasar Kebon Bawang," katanya.

Soal keluhan pedagang sepinya pembeli, ia tanggapi‎ pihak PD Pasar Jaya menunggu pihak Lurah dan Kecamatan agar bisa merelokasikan pedagang liar di wilayah Tanjung Priok masuk ke Pasar Kebon Bawang.

Namun, ia meyakini, terkait dimasukkannya pedagang-pedagang liar, maupun binaan ke Pasar Kebon Bawang segera dilakukan usai momentum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017-2022, berakhir.

"Ya kami berharap sih Pasar Kebon Bawang Ramai. Harap saya juga pihak Kelurahan dan Kecamatan setempat, bisa mendorong‎ para pedagang pinggir jalan, dimasukkan ke dalam Pasar Kebon Bawang. Dengar-dengar informasinya, memang akan dilakukan perelokasian itu setelah Pilkada," ucapnya.

Penulis:
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved