Tim Saber Pungli PD Pasar Jaya Siap Tindak Aksi Pungli di Pasar Tradisional

PD Pasar Jaya yang mengelola ratusan pasar tradisional ingin membuang jauh-jauh stigma tersebut.

Tim Saber Pungli PD Pasar Jaya Siap Tindak Aksi Pungli di Pasar Tradisional
Warta Kota/Feryanto Hadi
Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin saat mengukuhkan satgas ini di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (30/3/2017). 

WARTA KOTA, KRAMAT JATI - Pasar tradisional, dalam sejarahnya, lekat dengan tindakan premanisne dan pungutan liar. Pungli dilakukan baik oleh pihak intern pengurus pasar seperti 'permainan' dalam jual-beli kios, pungutan uang keamanan dan kebersihan.

Atau bisa juga oleh pihak luar yang ingin mencari keuntungan terhadap aktivitas di pasar seperti parkir liar maupun meminta 'jatah preman'.

PD Pasar Jaya yang mengelola ratusan pasar tradisional ingin membuang jauh-jauh stigma tersebut.

Setelah belum lama ini mengubah pola pembayaran retribusi dengan transaksi online, kini BUMD itu membentuk Satgas Sapu Bersih Pungli untuk mengawasi dan menindak potensi pungli yang terjadi di pasar-pasar di bawah PD Pasar Jaya di seluruh Jakarta.

"Untuk mengubah stigma pasar menjadi lebih baik, pembangunan tidak hanya secara fisik. Tetapi kita juga bangun dari sisi manusianya. Salah satunya dengan membentuk tim saber pungli ini," kata Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin saat mengukuhkan satgas ini di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (30/3/2017).

Arief menyebut, integritas jauh lebih penting dari sekadar mencari keuntungan perusahaan. Ia juga menegaskan tim tersebut dibentuk bukan untuk menakut-nakuti, melainkan upaya preventif dari tindakan pungli serta mendukung program berantas pungli yang telah dicanangkan pemerintah pusat.

Sebanyak 33 anggota Tim Saber Satgas Pungli nantinya akan melakukan pengawasan baik dari sisi intern pegawai Pasar Jaya maupun oknum-oknum yang kerap meresahkan pedagang maupun pengunjung pasar.

Tim ini nantinya akan dibagi ke lima wilayah, yang masing-masing terpusat di Pasar Koja di Jakarta Utara, Pasar Tomang Jaya di Jakarta Barat, Pasar Blok M di Jakarta Selatan, Pasar Klender di Jakarta Timur dan Pasar Tanah Abang di Jakarta Pusat.

Selain melakukan pengawasan langsung ke lingkungan pasar, tim ini juga akan menindaklanjuti laporan-laporan dari masyarakat terkait adanya praktik pungli.

"Saya ingatkan ke semua pegawai, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari adanya tim ini. Justru harusnya bisa memotivasi kita untuk bisa bekerja lebih baik, lebih tulus. Karena bekerja adalah ladang ibadah kita," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved