Breaking News:

Aksi 313

Pemprov DKI Keluarkan Duit Hingga Rp 5 Miliar untuk Pengamanan Aksi Unjuk Rasa

Anggaran tersebut juga untuk kerugian saat barang-barang rusak akibat aksi unjuk rasa, termasuk logistik untuk para petugas di lapangan.

Penulis: Mohamad Yusuf | Editor: Yaspen Martinus
Joko Supriyanto
Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono 

WARTA KOTA, GAMBIR - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono mengakui pihaknya mengeluarkan anggaran untuk kebutuhan logistik pengamanan aksi damai, yang dilakukan berbagai pihak beberapa waktu belakangan. Anggaran tersebut mencapai Rp 5 miliar.

“Yang jelas kalau yang dulu saja yang ukuran jutaan (massa), aksi 212 saya kira cukup besar ya. Dari pemprov saja kalau mau dihitung ya fix sekitar Rp 4 miliar-Rp 5 miliar untuk logistik berapa hari peristiwa itu. Karena kan harus dijaga mulai sebelum dan sesudah pengamanan wilayah, kan berapa hari itu,” tutur Soni di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (31/3/2017).

Anggaran tersebut juga untuk kerugian saat barang-barang rusak akibat aksi unjuk rasa, termasuk logistik untuk para petugas di lapangan.

“Ketika demo pasti energinya berlebih. Dari kepolisian pasti menambah anggaran pengamanan, TNI, juga demikian, Pemprov juga demikian. Yang seharusnya ada uang bensin harus standby di Monas kan mau enggak mau, butuh logistik bertambah. Seperti untuk 1.500 Satpol PP untuk logistik pemadaman kebakaran yang bekerja non stop,” paparnya.

Anggaran tersebut diambil dari masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), penyesuaian dilakukan di anggaran perubahan.

“Sementara itu dilakukan, karena kami enggak punya anggaran khusus yang direncanakan untuk menanggulangi demonstrasi, itu tidak ada. Jadi setiap demo pasti ada implikasi perubahan anggaran sesuai dengan kebutuhan. Jadi saya kira itu intinya, terutama untuk seperti logistik, saya kira itu,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) DKI Jakarta Darwis Muhammad Aji menuturkan, pihaknya tidak memiliki anggaran untuk mengantisipasi demonstrasi. Namun, pihaknya memiliki berbagai program untuk pembinaan warga maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan partai politik.

“Kami selalu melakukan pembinaan untuk berbagai elemen masyarakat. Fungsinya, agar kondisi mayarakat tetap kondusif dan terjaga,” katanya.

Untuk menjaga hal tersebut, pihaknya memberdayakan empat bidangnya, seperti Bidang Kewaspadaan yang bertugas untuk memantau setiap aksi demo. Kemudian, Bidang Politik Demokrasi, untuk melakukan pembinaan partai politik seperti saat Pemilihan Kepala Daerah serta hasil evaluasi Pilkada.

“Bidang Kesenian, Kebudayaan, dan Keagamaan bertugas untuk membina para tokoh agama, budaya maupun toko seni. Sedangkan Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan, bertugas untuk pembinaan masalah idelogi seperti Gafatar yang menggabungkan dua idelogi Islam, itu kami bina,” jelasnya. (*)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved