Kopi Beracun

Jessica Ratapi Perpanjangan Massa Tahanannya

"Dia kecewa, di bilang gini. 'Kenapa sih semua orang, mendendam sama saya, ada apa? kok begini terus ke saya ada apa sih sebenarnya Pak Otto?'," kata

Editor: Andy Pribadi
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Jessica Kumala Wongso usai menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (27/10/2016). Hakim memberikan vonis 20 tahun penjara karena Jessica dianggap bersalah dan memenuhi unsur dalam Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pembunuhan Berencana. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

WARTA KOTA, PALMERAH -- Otto Hasibuan selaku ketua penasihat hukum Jessica Kumala Wongso menyatakan kliennya sangat kecewa terhadap keputusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang memperpanjang massa tahanan.

Jessica merasa bahwa masa penahanannya telah usai apabila merujuk pada Keputusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta nomor: 393/PID/2016/PT.DKI. 

Baca: Kepala Rutan Pastikan Jessica Kumala Wongso Meringkuk di Tahanan

Dalam surat tersebut disebutkan bahwa masa penahanan Jessica harusnya berakhir sejak 26 Maret 2017. 

"Dia kecewa, di bilang gini. 'Kenapa sih semua orang, mendendam sama saya, ada apa? kok begini terus ke saya ada apa sih sebenarnya Pak Otto?'," kata Otto saat dihubungi, Kamis (30/3). 

Baca: Jessica Kumala Wongso: Aku Kangen Tidur di Kamarku

Otto menceritakan bahwa Jessica didatangi oleh pihak kejaksaan untuk memberitahukan perihal adanya perpanjangan masa penahanannya. 

Baca: Polisi Sebut Bukti Penyelidikan Mengarah kalau Jessica Pelaku Pembunuhan

Pihak kejaksaan mendatanginya pada 27 Maret 2017, sekitar jam 9 malam.

Hal itu menurutnya merupakan bukti kalau perpanjangan masa penahanan kliennya sudah jelas-jelas melewati waktu masa penahanan kliennya yang menurut putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta telah berakhir pada 26 Maret 2017 lalu.

Kini, sambung Otto, Jessica hanya bisa meratapi perpanjangan masa tahanannya yang baru ditetapkan pada tanggal 27 Maret lalu.

"Semua kok begitu kepada saya, salah saya apa? kecewanya gitu, dia (Jessica) meratapi nasibnya gituloh," katanya.

Jessica dijatuhi vonis oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat lada tanggal 27 Oktober 2016 lalu.

Majelis hakim menjatuhkan hukuman 20 tahun penjara. Vonis tersebut sama seperti tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Jessica dinyatakan bersalah lantaran dinilai secara sah terbukti melakukan pembunuhan berencana terhadap Wayan Mirna Salihin yang merupakan temannya sendiri. (m8)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved