Breaking News:

Atap Runtuh di Detos Bikin Mirna Histeris dan Panik

Suaranya kenceng dan bikin kaget. Sumpah, saya serem banget dan untungnya posisi saya agak jauh dari plafon yang ambruk, kata Yongki.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Gede Moenanto
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Plafon gedung Detos, runtuh, Kamis (30/3/2017) siang. 
WARTA KOTA, DEPOK -- ‎Mirna (40) mengaku, dia kaget dan berteriak histeris sewaktu plafon di bagian belakang Lantai UG di pusat perbelanjaan Depok Town Square (Detos) di Jalan Margonda, Depok, sebagian runtuh, Kamis (30/3/2017) siang sekira pukul 12.30.

Baca: Inilah Penyebab Ular Piton Ngamuk dan Telan Akbar

"Saya sedang mau menuju parkiran di Lantai UG, tiba-tiba, ada reruntuhan jatuh dari atas secara beruntun sama suara keras seperti pecahan kayu. Wajar dong, saya teriak kencang dan berlari menjauh. Saya kira gedung mau rubuh," kata Mirna, kepada Warta Kota, Kamis (30/3/2017).
Saat itu, kata dia, usai berbelanja pakaian, ia hendak menuju ke mobilnya yang diparkir di parkiran Lantai UG.
"Tapi, area di dekat parkiran itu, yang akan saya tuju untuk jalan ke parkiran, ternyata ada yang runtuh dari atas. Bahkan sampai kaca di dekat pintu jalan keluar parkiran pecah," kata Mirna, warga Sukmajaya tersebut.
Tak lama, kata dia, sejumlah petugas pengelola gedung datang dan menyatakan area sudah aman. 
"Saya dikawal ke luar parkiran untuk ambil kendaraan," katanya.‎
Pantauan Warta Kota, Kamis sore, di lantai UG Detos, tampak sejumlah plafon yang runtuh di sekitar area belakang di lantai UG sudah dibersihkan.
Namun, kerusakan karena plafon yang runtuh masih tampak di area itu serta sejumlah serpihan kayu dibiarkan di lokasi.
Beberapa kios pakaian juga tampak rusak di bagian atas karena tertimpa plafon.
Sejumlah pekerja tampak memperbaiki plafon yang runtuh, termasuk kaca pintu keluar parkiran yang pecah.
Untuk sementara, jalan atau pintu keluar parkiran di area yang plafonnya runtuh di Lantai UG ditutup sementara.
Staf Marketing Communication Detos, Annisa Lassa, menyebutkan penutupan sementara area belakang Lantai UG dilakukan agar perbaikan bisa rampungh secepatnya.
Menurutnya, akibat peristiwa ini tidak menganggu operasional Detos.
Ia memastikan, sejumlah tenant di Detos tetap beroperasi dan tak mengganggu aktifitas secara umum.
Plafon gedung Detos, runtuh, Kamis (30/3/2017) siang.
Plafon gedung Detos, runtuh, Kamis (30/3/2017) siang. (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)
Annisa menyebutkan, pihaknya tengah menginventarisir semua kerusakan dan kerugian yang ditimbulkan akibat peristiwa ini.
Sebab katanya ada sejumlah kios yang ditempati para tenant rusak.
Bukan itu saja sejumlah asset milik para tenant mulai dari plang nama kios hingga barang dagangan, dipastikan ada yang rusak.
"Berapa tenant yang terkena dampak plafon jatuh ini, masih kami data. Termasuk apa saja barang mereka yang ikut rusak dan berapa banyak kerugiannya, termasuk kerugian kami, masih kami hitung," kata Annisa, yang akrab disapa Icha, kepada Warta Kota, Kamis (30/3/2017) sore.
Menurut Icha, pihak manajemen mengupayakan yang terbaik untuk kenyamanan pengunjung dan tenant.
Karenanya pihaknya memastikan akan berupaya mengganti semua kerugian yang dialami tenant.
"Tenant yang kiosnya terkena plafon yang jatuh, ada di bagian belakang Lantai UG di dekat parkiran. Rata-rata mereka adalah toko busana dan aksesoris. Juga ada satu kantin kecil yang kiosnya terkena plafon jatuh," kata Icha.
Icha memastikan tidak ada korban jiwa baik yang luka atau lainnya, dalam peristiwa ini. 
"Dalam kejadian ini, Alhamdulillah, tidak ada korban luka-luka atau sebagainya. Hanya kerugian materil saja," katanya. 
Icha menuturkan, peristiwa ini adalah masalah teknis yang disebabkan lepasnya pegangan atau pengait saluran pipa yang melintang dan terpasang di atas plafon di lantai UG. 
"Karena pipa lepas, maka sebagian plafon ikut jatuh dan beberapa unit toko di bawahnya di Lantai UG, atau di area toko belakang dekat parkiran, sedikit rusak. Juga plafon pada unit-unit disekitar di lantai tersebut, rusak," papar Icha.
Sebelumnya, Marcomm Manager Detos Ferry Nurdin Firdaus meluruskan isu atau kabar yang berkembang sebelumnya, dimana menyatakan bahwa gedung bagian belakang Detos di dekat lantai parkir roboh. Hal itu katanya adalah tidak benar. 
"Jadi, bukan gedung roboh, tapi hanya plafon ambrol saja," katanya.
Menurut Ferry kerusakan plafon dalam peristiwa ini sudah ditangani dan segera dilakukan perbaikan oleh pihaknya.
"Langsung kami tangani guna meningkatkan kenyamanan pengunjung maupun para tenant," katanya.
Saat ini, kata Ferry, pihaknya masih mendata kerusakan asset para tenant yang kiosnya atau barang mereka tertimpa plafon roboh.
Rata-rata kios yang plafonnya roboh di lantai UG itu adalah toko busana. "Namun ada kantin kecil di bagian belakang yang plafonnya juga roboh," kata dia.
Seperti diketahui puluhan pengunjung pusat perbelanjaan Depok Town Square (Detos) di lantai UG, di Jalan Margonda, Depok, tiba-tiba panik serta histeris dan berlarian akibat sebagian plafon di sana runtuh sebagian, Kamis (30/3/2017) siang.
Yongki, salah seorang pengunjung menuturkan peristiwa ambruknya plafon di lantai satu gedung, di sisi belakang itu terjadi tiba-tiba dan disertai suara dentuman material kayu dan batu, yang runtuh beruntun.
"Suaranya kenceng dan bikin kaget. Sumpah saya serem banget, dan untungnya posisi saya agak jauh dari plafon yang ambruk," kata Yongki.
Menurutnya, beberapa pengunjung atau karyawan tenant Detos, terutama yang perempuan sempat berteriak histeris dan berlarian, sebelum akhirnya suara plafon runtuh, berhenti.
"Plafon yang runtuh kebanyakan nimpa atap kios dan tenant yang ada di situ. Kalau dilihat sekitar 30 sampai 50 meter persegi lah, plafon yang ambruk," katanya.
Yongki mengatakan, akibat peristiwa ini, wilayah di sekitar plafon runtuh ditutup sementara dan sejumlah petugas kepolisian dari Polresta Depok sudah mendatangi lokasi melakukan pemeriksaan.
"Saya gak tahu pasti, ada korban atau tidak karena peristiwa ini," katanya.
 
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved