Polisi Periksa Kuku Terduga Pembunuh Mahasiswi Universitas Esa Unggul
Polisi mencurigai satu orang yang diduga sebagai pembunuh Tri Ari Yani Puspa Ningrum (22), mahasiswi Universitas Esa Unggul.
WARTA KOTA, PALMERAH - Polisi mencurigai satu orang yang diduga sebagai pembunuh Tri Ari Yani Puspa Ningrum (22), mahasiswi Universitas Esa Unggul.
Untuk memastikan, polisi mengetes DNA orang tersebut. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Ajun Komisaris Besar Andi Adnan, membenarkan hal tersebut.
Sampel untuk menguji DNA sudah diambil pihak Laboratorium Forensik Mabes Polri pada pekan lalu.
"Sampel yang diambil itu berupa kuku," kata Andi ketika dihubungi Wartakotalive.com, Kamis (23/4/2017) siang.
Saat ini sampel sedang dalam penanganan tim ahli. Belum diketahui kapan hasil tes DNA keluar.
Andi pun enggan menyebutkan identitas orang yang dicurigainya. Sebab, dugaan masih kemungkinan patah apabila hasil tes DNA tak menemukan kecocokan dengan analisa.
Tri Ari Yani Puspa Ningrum (22) ditemukan tewas terbunuh di kamar kosnya di Jalan H Asmat Ujung, Perumahan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, 9 Januari 2017.
Ada dua orang yang tiba paling awal dan menemukan Arum, yakni pacar korban dan salah satu rekannya.
Lantaran dikira masih hidup, Arum kemudian dibawa ke rumah sakit oleh pacar dan beberapa rekannya.
Menggunakan mobil milik perusahaan dimana Arum bekerja.
Salah satu rekan kos Arum, Clivert, seorang pria asal Afrika, mengaku mendengar ada suara agak tinggi dan rendah sekitar 30 menit sebelum Arum ditemukan terbunuh.
Suaranya seperti dua orang yang sedang cekcok. Tapi Clivert tak bisa memastikan apakah keduanya merupakan suara wanita atau ada satu suara lelaki.
Barang bukti
Sebelumnya, polisi sudah menemukan sebuah barang bukti yang diduga milik pembunuh Arum.
"Kami belum bisa menyebutkan barangvbukti tersebut berupa apa," ujar Kepala Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Ajun Komisaris Besar Andi Adnan, saat dihubungi wartawan, Senin (16/1/2017).
Namun, saat ini, pihaknya tengah melakukan pemeriksaan terhadao barang bukti yang diduga milik pelaku pembunuhan.
"Yang jelas, saat ini kami sedang menunggu hasil test DNA yang menempel di barang bukti tersebut," kata Andi.
Diberitakan sebelumnya, Arum ditemukan terbunuh di kamar mandi rumah kosnya di Jalan Kebon Jeruk RT 8/11, Kelurahan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (9/1/2017).
Ketika ditemukan tubuh Arum bersimbah darah.Hingga kini polisi terus mengumpulkan sejumlah barang bukti guna mengungkap kasus pembunuhan tersebut
Perdalam Karakter Arum
Polisi memperdalam karakteristik Tri Ari Yani Puspa Ningrum (22), mahasiswa Universitas Esa Unggul yang terbunuh di kamar kosnya.
Hal itu dilakukan untuk memetakan seperti apa pergaulan Arum. Sehingga polisi bisa mendapatkan gambaran soal pembunuhnya.
"Kami menambah dua saksi lagi untuk mengetahui karakteristik korban. Teman kantornya yang jadi saksi tambahan kami," kata Kanit Reskrim Polsek Kebon Jeruk, Ajun Komisaris Andry Rodatama ketika dihubungi Wartakotalive.com, Jumat (13/1/2017).
Sementara itu, polisi sudah mengambil rekaman kamera CCTV dari sebuah rumah yang berseberangan dengan rumah kos Arum di Jalan H.Asmat Ujung, Komplek Kebon Jeruk, Kecamatan Kebonjeruk, Jakarta Barat.
Namun rekaman kamera CCTV itu belum bisa dilihat oleh polisi. Pemiliknya lupa password CCTV tersebut.
"Kami sedang koordinasi dengan ahli untuk membuka dan melihat rekaman CCTV itu," ujar Andry.
Lokasi pembunuhan itu berada di ujung jalan dan bisa keluar dari sana melalui tiga jalan berbeda.
Jalan keluar pertama bisa melalui Komplek Kebonjeruk. Jalur lari ini bisa terpantau lewat kamera CCTV yang sudah diambil polisi.
Jalan keluar kedua adalah lewat Jalan H.Asmat yang berada di belakang rumah kos.
Di jalan itu ada sebuah rumah kos yang memasang kamera CCTV ke arah jalan. Tapi polisi tak bisa berbuat banyak, sebab kamera CCTV disana rusak.
Sedangkan jalur kabur ketiga yang mengarah ke pinggir tol Tangerang-Kebonjeruk, ada sebuah rumah besar yang memasang kamera CCTV mengarah ke jalan.
Tapi penghuni rumah belum pulang sampai kini. Makanya polisi belum bisa mengambil rekaman kamera CCTV tersebut.
Lebih lanjut, Kanit Reskrim Polsek Kebon Jeruk, Ajun Komisaris Andry Rodatama, mengatakan, saat ini pihaknya masih terus memperdalam keterangan para saksi yang berada di sekitar korban sebelum hari kejadian dan sesudah kejadian.
"Kami ingin tahu apakah yang mereka sampaikan itu fakta atau bukan. Masih kita gali terus," kata Andry.
Peristiwa pembunuhan itu diperkirakan terjadi antara pukul 07.30 - 08.00 pada Senin (9/1/2017) pagi.
Ketika itu, di hari sebelumnya korban diketahui sempat berbincang dengan pria codet. Belakangan pria itu diketahui sebagai rekan korban yang bekerja sebagai guru.
Lalu saat kejadian, Clivert rekan kosnya sedang di kamar dan sempat mendengar bunyi gaduh dari kamar Arum.
Kemudian ada pula Zainal Abidin (22), pacar korban yang menemukan Arum terbunuh pertama kali. Dia menengok karena aneh panggilan teleponnya tak dijawab Arum.
Ada lagi Hernita, rekan Arum yang datang belakangan karena dimintai tolong oleh Zainal. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/arum_20170109_184734.jpg)