Selasa, 14 April 2026

Pilkada DKI Jakarta

Pengawasan Cukup Diserahkan pada Bawaslu untuk Sikapi Gerakan Tamasya Al-Maidah

Tamasya Al Maidah merupakan wadah bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk mengawal dan memantau langsung proses pilkada di setiap TPS.

Warta Kota/Faizal Rapsanjani
Ilustrasi ajakan ikut tamasya Al Maidah. 

WARTA KOTA, SENEN -- Munculnya gerakan 'Tamasya Al Maidah' untuk mengawasi jalannya Pilkada DKI Jakarta putaran kedua dinilai Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta, Mimah Susanti tidak perlu dilakukan.

Karena, menurutnya, jika pengawasan jalannya pemungutan suara adalah tugas Bawaslu.

Mimah mengatakan, tanpa pengawasan dari masyarakat, Bawaslu tetap bakal mengawasi jalannya tahapan Pilkada DKI Jakarta dengan maksimal.

Lagipula, lanjutnya, proses penghitungan suara di tempat pemungutan suara (TPS) juga dilaksanakan secara terbuka.

"Pengawasan serahkan kepada kami. Karena seluruh prosesnya terbuka, tidak boleh tertutup. Jadi, masyarakat bisa melihat langsung," kata Mimah ketika dihubungi pada Rabu (22/3).

Mimah mengatakan, Bawaslu tidak akan melarang masyarakat yang ingin ikut mengawasi jalannya Pilkada DKI Jakarta di TPS.

Namun begitu, ia mengingatkan agar warga yang datang tidak mengintervensi dan mengintimidasi para calon pemilih.

Pasalnya, Mimah menilai, tag line 'Saatnya Ummat Memilih' dalam acara 'Tamasya Al Maidah' berpotensi mengintimidasi para calon pemilih yang datang.

Namun, ia berharap, jika acara ini benar-benar terlaksana, warga luar Jakarta yang mendatangi TPS bakal menaati aturan yang ada dengan tidak mengintervensi dan mengintimidasi para calon pemilih.

"Tentu Bawaslu akan berkoordinasi dengan kepolisian kalau sudah mengganggu, ikut campur. Biarkan saja pelaksanaan diserahkan ke penyelenggara di TPS," tegas Mimah.

Jelang Pilkada DKI Jakarta putaran kedua, sebuah selebaran yang mengajak masyarakat memantau langsung jalannya pemungutan suara bertebaran di media sosial. Ajakan tersebut bertajuk 'Tamasya Al Maidah'.

Dalam poster tersebut dijelaskan, program Tamasya Al Maidah pada dasarnya merupakan aksi bela islam. Panitia acara mengajak umat Islam di luar Jakarta untuk mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) Pilkada DKI untuk mengawal jalannya pemungutan suara pada hari pemungutan suara, 19 April 2017.

Dalam situs Belaquran.com, media resmi Gerakan Nasional Penegak Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), acara ini digagas oleh Gerakan Kemenangan (Gema Jakarta).

Dalam penjelasnnya, program 'Tamasya Al Maidah' merupakan wadah bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk mengawal dan memantau langsung proses pilkada di setiap TPS.

Wakil Ketua Gema Jakarta, Farid Poniman mengatakan, pihaknya menargetkan 1,3 juta umat Islam dari luar Jakarta ikut dan berpartisipasi mengawal Pilkada DKI pada 19 April 2017.

Sementara, bagi warga Jakarta, pihaknya menempatkan mereka sebagai relawan yang akan ikut memantau setiap TPS di wilayah Jakarta.

"Relawan Jakarta juga akan bertindak sebagai kaum Anshor yang menyambut dan melayani peserta Tamasya Al-Maidah sebagai kaum Muhajirin. Peserta langsung kami arahkan ke pos-pos terdekat dari TPS yang menjadi lokasi pemantauannya," kata Farid.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved