Industri Farmasi Belum Mandiri, 90 Persen Bahan Baku Masih Impor

Ketergantungan industri farmasi di Indonesia terhadap pasokan bahan baku dari luar negeri masih sangat tinggi.

Industri Farmasi Belum Mandiri, 90 Persen Bahan Baku Masih Impor
Warta Kota/Ichwan Chasani
Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan, Maura Linda Sitanggang mendengarkan penjelasan peserta pameran niaga bahan baku industri farmasi, Convention on Pharmaceutical Ingredients South East Asia (CPhI SEA) 2017 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Rabu (22/3). (Foto: Warta Kota/Ichwan Chasani) 

WARTA KOTA, KEMAYORAN -- Ketergantungan industri farmasi di Indonesia terhadap pasokan bahan baku dari luar negeri masih sangat tinggi.

Itu terlihat dari data Kementerian Kesehatan bahwa sekitar 90 persen bahan baku industri farmasi di negeri ini berasal dari impor.

Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan, Maura Linda Sitanggang mengatakan bahwa impor terbesar bahan baku farmasi saat ini adalah dari China yaitu sekitar 60 persen.

"Selain dari China, bahan baku impor lainnya dari India sekitar 25 persen, dan selebihnya dari Eropa dan Amerika," ungkap Maura Linda di sela-sela pembukaan pameran niaga bahan baku industri farmasi Convention on Pharmaceutical Ingredients South East Asia (CPhI SEA) 2017 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Rabu (22/3).

Menurut Maura Linda, pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mengurangi ketergantungan bahan baku impor bagi industri farmasi dalam negeri dengan menetapkan road map percepatan industri farmasi dan kesehatan.

Industri farmasi Indonesia diharapkan dapat bertransformasi menjadi industri farmasi yang berbasis riset dan pengembangan agar struktur industri farmasi di Indonesia dapat semakin kuat dan mampu bersaing di pasar obat. 

Upaya kemandirian bahan baku obat itu sejalan dengan roadmap pengembangan industri farmasi dimana di dalamnya mencantumkan bahwa pengembangan industri farmasi meliputi pengembangan bahan baku kimia, herbal, biologi, vaksin dan suplemen kesehatan. 

"Roadmap diharapkan dapat menjadi panduan bagi industri farmasi untuk memproduksi bahan baku obat di dalam negeri, sehingga diharapkan pada tahun 2025 Indonesia dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor bahkan menjadi pengekspor obat dan bahan baku obat," kata Maura Linda.

Sementara itu, pameran niaga bahan baku industri farmasi Convention on Pharmaceutical Ingredients South East Asia (CPhI SEA) 2017 digelar bersamaan dengan Health ingredients South East Asia (Hi SEA) 2017 yang menghadirkan bahan baku industri pangan fungsional, nutrasetikal serta produk nutrisi dan kesehatan. 

CPhI SEA and Hi SEA akan berlangsung di Jakarta International Expo, Kemayoran dari tanggal 22-24 Maret 2017 di Jakarta Internasional Expo – Kemayoran. Kegiatan ini membuka peluang bagi para profesional industri farmasi, nutrisi dan kesehatan untuk saling bertukar informasi, pengalaman, ide dan memperkuat jaringan bisnis.

Brand Director Pharma UBM EMEA, Rutger Oudejans,  mengatakan bahwa digelarnya kembali CPhI South East Asia di Indonesia menunjukkan bahwa kegiatan ini menjadi sebuah platform terpercaya bagiprofesional industri, pembuat kebijakan, dan asosiasi niaga untu mendapatkan informasi pasar, tren serta inovasi terkini yang dapat mendorong pertumbuhan industri farmasi

CPhI South East Asia menghadirkan rangkaian lengkap rantai produksi farmasi mulai dari bahan baku, mesin dan teknologi, produk kemasan hingga layanan kontrak industri. Kali ini, kata dia, ada lebih banyak konten regional di CPhI SEA 2017. Diantaranya konferensi bertajuk “The Dynamics of Pharmaceutical Industry in South East Asia”, Pharma Investment Forum, Pharma Packaging Forum, Innovation Gallery, Exhibitor Showcase dan aktivitas lainnya. 

"Kami juga memfasilitasi pertemuan bisnis di antara profesional industri melalui program Business Matching online yang mudah dan efisien," kata Rutger Oudejans.

CPhI South East Asia 2017 dan dan Hi SEA 2017 mencatat lebih dari 200 peserta pameran dengan pavilion nasional dan grup dari Korea, China serta India. Selama tiga hari pameran, CPhI South East Asia 2017 dan Hi South East Asia mengharapkan kehadiran lebih dari 5,000 profesional industri. (chi)

Penulis:
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved