Sudah Delapan Petani Kendeng Mencor Kakinya Sendiri Tuntut Pembatalan Izin Perusahaan Semen
Sebanyak 50 petani terlihat letih, karena permintaan mereka tak kunjung ditanggapi oleh pihak istana.
Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro
WARTA KOTA, GAMBIR -- Sudah delapan hari sudah puluhan petani yang berasal dari Pegunungan Kendeng, melakukan aksi mencor kakinya sendiri demi menuntut dicabutnya izin penambangan karst PT Semen Indonesia di Rembang.
Guyuran hujan di siang itu tak melemahkan tekad para petani yang melakukan aksinya di depan Istana Negara, Gambir, untuk memohon agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa mendengarkan aspirasinya.
Bahkan Aksi hari ini juga didukung oleh 10 aktivis sebagai bentuk solidaritas dan simpatinya terhadap kejadian yang dialami oleh petani Kendeng.
"Ini adalah wujud rasa solidaritas kami kepada teman-teman yang hingga saat ini masih memperjuangkan hak-haknya," kata seorang aktivis saat melakukan aksi, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (20/3).
Selain itu, aksi tersebut juga mendapatkan dukungan dari petani Kabupaten Batang (Jawa Tengah), Banyuwangi (Jawa Timur) dan Bandung (Jawa Barat) dengan melakukan ritual selamatan Petani Batang Pesisiran.
Sebanyak 50 petani terlihat letih, karena permintaan mereka tak kunjung ditanggapi oleh pihak istana.
Bahkan sebagian dari mereka tak kuasa menahan tangis di tengah guyuran hujan.
Kaki-kaki para petani Kendeng masih terbelenggu oleh semen yang ditanam sejak Senin (13/3) silam. (m8)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20170320sudah-delapan-petani-kendeng-mencor-kakinya-sendiri-tuntut-pembatalan-izin-perusahaan-semen_20170320_190120.jpg)