Senin, 11 Mei 2026

Lift Terjun di Blok M Square: 25 Korban, 6 Patah Tulang, Sisanya Luka Ringan

Sisanya luka ringan, dalam artian ada luka di persendian otot atau siku atau lutut dan masih diidentifikasi oleh tim dokter di RSPP

Tayang:
Warta Kota/Gopis Simatupang
Lokasi jatuhnya lift di Blok M Square diberi police line 

WARTA KOTA, KEBAYORANBARU - Peristiwa jatuhnya lift di pusat belanja Blok M Square, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (17/3/2017) siang, menyebabkan jatuhnya korban sebanyak 25 orang. Dari 25 orang tersebut, enam di antaranya menderita cidera serius berupa patah tulang, sementara sisanya luka ringan.

Hingga Jumat (17/3/2017) malam, seluruh korban masih dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Kebayoran Baru.

"Data yang ada di RSPP ada sekitar enam orang diidentifikasi mengalami patah tulang kaki. Sisanya luka ringan, dalam artian ada luka di persendian otot atau siku atau lutut dan masih diidentifikasi oleh tim dokter di RSPP," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Budi Hermanto, di lokasi kejadian, Jumat petang.

Pihak kepolisian sendiri dalam hal ini Polres Metro Jakarta Selatan dan Polsek Metro Kebayoran Baru telah melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti berupa dokumentasi.

Selain itu, kata Budi, pihaknya juga telah meminta keterangan dari enam saksi, antara lain dua orang dari pihak manajemen Blok M Square, dua orang dari pihak outsourching yang merawat lift, serta dua orang saksi korban.

"Kami juga akan berkoordinadi dengan saksi ahli dan tim Labfor (Laboratorium Forensik) tentang bagaimana kejadian ini, karena dari keterangan awal lift ini sudah berfungsi dari 2007 sehingga sudah dilakukan maintenance ataupun perawatan," katanya.

Dia mengungkapkan, pihaknya akan berusaha mengungkap penyeban kecelakaan ini, apakah karena kealpaan atau karena lift sesuatu yang sudah tidak layak.

"Kita masih melakukan pendalaman dan penyelidikan. Dugaan awal dari keterangan saksi dan hasil pemeriksaan, lift ini memiliki daya muat 1.600 kilogram dengan kapasitas 24 orang. Artinya tiap orang 68-70 kilogram. Tapi pada saat ini over load, kita menemukan ada 25 korban artinya diduga sementara adalah karena overload," katanya.

Hasil penyelidikan awal dari Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, papar Budi, sebelum kejadian sudah ada warning di lift dengan adanya buzzer atau suara alarm sebagai pertanda bahwa lift overload.

Kemudian, kata Budi, dengan munculnya peringatan berupa buzzer tersebut maka pintu lift itu tidak akan tertutup secara utuh.

"Jika pintu itu tidak tertutup secara utuh, kenapa lift ini masih tetap meluncur menuju lantai tiga? Setelah lantai tiga baru jatuh ambruk di lantai basement. Nah, ini yang akan kami lakukan investigasi, kami akan melakukan olah TKP lagi, kami akan melibatkan Labfor, saksi ahli," beber Budi.

Budi menegaskan, sejauh ini pihaknya tidak menemukan ada kabel lift yang putus, melainkan rel lift yang berpindah dari lift 5 ke jalur lain. Dengan kekuatan overload lift terhentak dan melonjak keluar dari sling lift nomor 5 ke jalur lain.

Terkait informasi bahwa lift tersebut sudah acap bermasalah, Budi mengatakan pihaknya juga akan memintai keterangan dari warga dan pedagang dan semua akan dimasukkan ke dalam berkas acara.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved