Pasar Jiung Tutup Akses Jalan Kemayoran Gempol
Sempit, becek, dan kumuh. Atmosfer tersebut terasa saat berada di Pasar Jiung, Kemayoran.
Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro
WARTA KOTA, KEMAYORAN - Sempit, becek, dan kumuh. Atmosfer tersebut terasa saat berada di Pasar Jiung, Kemayoran.
Jalan Kemayoran Gempol yang menjadi jalur penghubung antara Jalan Benyamin Suaeb menuju Dakota Raya itu, aksesnya ditutup menjelang sore hari, lantaran hiruk-pikuk pedagang yang hendak membuka lapaknya di sana.
Meski sepeda motor masih bisa melewati jalan tersebut, mustahil bagi mobil untuk melaju di Jalan Kemayoran Gempol, karena di sebelah kanan dan kirinya dijadikan lahan bagi pedagang-pedagang yang mayoritas menjual tas, pakaian, celana, dan alat elektronik.
Pantauan Warta Kota di lokasi, Selasa (14/2/2017), lebar jalan hanya tersisa sekitar lima meter saja. Jejeran lapak pedagang memakan area jalan selebar dua meter. Kios semi permanen yang terbuat dari terpal mengular di sepanjang jalan Kemayoran Gempol sampai ujung menuju Jalan Dakota Raya.
Di belakang kios terlihat sedikit ruang kosong, yang dijadikan tempat bagi pedagang untuk membuang sampah-sampah plastik. Kali Sunter yang terletak di belakangnya juga terlihat kumuh dengan genangan sampah-sampah.
Pedagang Pasar Jiung yang seharusnya ditempatkan di Lenggang Jakarta Kemayoran, enggan direlokasi karena khawatir tak ada pembeli yang datang berkunjung ke area seluas 1.200 meter persegi tersebut. Mereka lebih memilih tetap mengokupansi area Jalan Kemayoran Gempol dari jam 16.00 hingga 24.00. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pasar-jiung-kemayoran-2_20170315_071228.jpg)