VIDEO: Bentang Simpang Susun Semanggi di Jalan Gatot Subroto Sudah Tersambung

Bentang pertama sisi Jalan Sudirman proyek pembangunan Simpang Susun Semanggi, Jakarta Selatan, sudah tersambung.

Penulis: | Editor: Yaspen Martinus

WARTA KOTA, SEMANGGI - Bentang pertama sisi Jalan Sudirman proyek pembangunan Simpang Susun Semanggi, Jakarta Selatan, sudah tersambung.

Kini, giliran bentang kedua sisi Jalan Gatot Subroto yang mengarah ke Mapolda Metro Jaya yang terhubung.

Bentang yang terdiri dari segmental box girder sepanjang 80 meter itu akan dikerjakan selama satu bulan.

"Ya, bentang di sisi Jalan Gatot Subroto sudah tersambung," kata Hananto Krisna, Kepala Seksi Simpang Tak Sebidang Dinas Bina Marga DKI Jakarta kepada Warta Kota, Selasa (14/3/2017).

Secara konstruksi, proyek ini dibagi dalam empat bentang jalan layang, yakni Bentang Plaza Semanggi, Bentang Polda Metro Jaya, Bentang Hotel Sultan, dan Bentang Wisma Mulia atau BRI.

Proyek ini terdiri dari dua lintasan berbentuk setengah lingkaran, yang bila digabungkan, maka dua
lintasan ini seolah-olah membentuk satu lingkaran penuh.

"Progress pembangunan Simpang Susun Semanggi sendiri sudah 65 persen," ucapnya.

Lintasan pertama memiliki panjang 796 meter, menghubungkan Jalan Gatot Suebroto di sisi Polda Metro Jaya dengan Jalan Raya Jenderal Sudirman arah Bundaran HI.

Sedangkan Lintasan kedua memiliki panjang 826 meter, menghubungkan Jalan Gatot Subroto di sisi Wisma Mulia, dengan Jalan Jenderal Sudirman arah Bundaran Senayan. Proyek itu dikerjakan oleh PT Wijaya Karya.

Deputi General Manager Superintendant Proyek Simpang Susun Semanggi Dani Widiatmoko mengatakan, kesulitan pengerjaan bentang Simpang Susun Semanggi di Jalan Gatot Subroto adalah arus lalu lintas yang terlalu padat. Sehingga, kontraktor hanya bisa mengerjakan pada malam hari.

"Hanya enam jam kita diberikan waktu untuk mengangkat segmental box girder. Jadi sehari hanya satu segmental box girder yang bisa dilakukan pengangkatan," ungkapnya.

Pengangkatan segmental box girder menggunakan alat special lifter. Sehingga, segmental box girder yang sudah terangkat tinggal digeser dengan alat yang berwarna hijau itu.

"Tapi untuk penyambungan bentang terakhir kita juga masih menggunakan crane," jelasnya.

Pantauan Warta Kota, beton di bentang Simpang Susun Semanggi sangat presisi. Selain itu, beton terlihat lebih rapi karena sudah dicat abu-abu. Di sisi bawah segmental box girder terlihat ada lampu LED yang menyorot.

"Jadi nanti dengan model perlampuan yang kita desain, sehingga saat malam hari lampunya bisa menyinari jembatan, sehingga menambah estetika. Kemudian terkait lampu dari usulan dari desainer kami kembali ke kata Semanggi. Semanggi kan semacam tumbuhan air yang hidupnya mengapung di atas air," bebernya.

Untuk pagar pembatas atau disebut parapet sisi luar, akan didesain dengan gambar daun Semanggi. Sementara untuk sisi depannya, didesain dengan lambang ikon Jakarta, yaitu Gigi Balong.

"Diharapkan pembangunan ini sesuai dengan jadwal, yaitu Agustus 2017," cetusnya. (*)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved