Breaking News:

Rekayasa Lalu Lintas

Penutupan Simpang Kebon Nanas Kurangi Kemacetan Hingga 80 Persen

Rekayasa lalu lintas dilakukan dengan menutup Simpang Kebon Nanas, dan pengaturan putaran balik alias U-turn.

Penulis: Feryanto Hadi | Editor: Yaspen Martinus
WARTA KOTA/FERYANTO HADI
Dinas Perhubungan DKI Jakarta, mulai Selasa (14/3/2017) pagi melakukan rekayasa lalu lintas di simpang Jalan DI Panjaitan, Kebon Nanas, Jatinegara, Jakarta Timur. 

WARTA KOTA, JATINEGARA - Rekayasa lalu lintas yang dilakukan Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta di Simpang Kebon Nanas, Jatinegara, Jakarta Timur, signifikan mengurangi kemacetan.

Rekayasa lalu lintas dilakukan dengan menutup Simpang Kebon Nanas, dan pengaturan putaran balik alias U-turn.

Pantauan Warta Kota pada Selasa (14/3/2017) pagi, rekayasa ini membuat arus lalu lintas di kawasan Simpang Kebon Nanas menjadi lancar.

Tak terlihat adanya kemacetan atau kepadatan lalu lintas seperti yang terjadi sebelumnya.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishubtrans DKI Jakarta Priyanto menjelaskan, kawasan tersebut menjadi salah satu zona merah lokasi kemacetan di Jakarta Timur.

Selain karena tingginya volume kendaraan pada jam berangkat kerja, tingginya pelanggaran oleh pengguna kendaraan menjadi sebab lain semrawutnya lalu lintas di sana.

Baca: Simpang Kebon Nanas Ditutup, Pemotor Nekat Terobos Pembatas Jalan

"Tingkat pelanggaran dan angka kecelakaan di Simpang Kebon Nanas ini cukup tinggi, khususnya pengguna sepeda motor yang sering menerobos lampu lalu lintas," ungkapnya.

Priyanto mengatakan, dari hasil uji coba selama dua jam sejak pukul 06.00, rekayasa lalu lintas tersebut efektif mengurangi kemacetan hingga 80 persen.

"Lihat saja arus lalu lintas jadi lancar sekali. Sebelumnya lalin di sini sangat stuck. Untuk efektifitasnya saya kira sampai 80 persen kemacetannya berkurang," tuturnya.

Baca: Rekayasa Bikin Lalu Lintas di Kebon Nanas Lancar

Pengguna jalan bernama Nanda Pratama (26) juga mengapresiasi langkah Dishubtrans DKI Jakarta dalam mengatasi persoalan kemacetan di kawasan itu.

"Sebelumnya hampir tiap hari kalau pagi di sini macet luar biasa. Saya sebagai masyarakat berharap upaya seperti ini juga dilakukan di lokasi-lokasi lain yang rawan macet," harapnya. (*)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved