Sidang Ahok

Alasan Pengacara Bawa Rombongan Saksi dari Belitung

Dalam sidang kali ini, tim kuasa hukum terdakwa menghadirkan saksi-saksi asal Bangka Belitung yang dianggap mengenal perilaku Ahok sejak kecil

Warta Kota/Gopis Simatupang
Suasana persidangan kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Gedung Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (7/2/2017). 

WARTA KOTA, PASAR MINGGU -- Sidang ke-14 kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kembali digelar Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Gedung Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (14/3/2017).

Dalam sidang kali ini, tim kuasa hukum terdakwa menghadirkan saksi-saksi asal Bangka Belitung yang dianggap mengenal perilaku Ahok sejak kecil hingga dewasa. 

Baca: Mantan Sopir Siap Dukung Ahok Sampai Titik Darah Penghabisan

Bahkan, teman Sekolah Dasar (SD) Ahok juga dihadirkan untuk memberikan keterangan.

"Hari ini kita akan menghadirkan saksi yang meringankan yaitu Pak Suyanto dan Pak Fajrun. Ini ada teman Pak Basuki saat SD, ada masyarakat sana yang tahu kehidupan Pak Basuki," kata salah satu kuasa hukum Ahok, Teguh Samudera, di depan ruang sidang

Baca: Jessica: Kenapa Pak Otto Ngomong Gitu?

Selain itu, ada tiga orang lagi warga Bangka Belitung yang hari ini dijadwalkan akan memberikan keterangan di persidangan yakni, dua orang Pegawai Negeri Sipili (PNS) di Bangka Belitung, Juhri dan Ferry Lukmantara, serta seorang sopir bernama Suyanto yang berasal dari Belitung Timur. 

Baca: Kenal Sejak 1989, Mantan Sopir Mengaku Tak Pernah Dimarahi Ahok

Teguh berujar, para saksi itu nantinya akan menjelaskan bagaimana kehidupan Ahok sejak kecil yang dibesarkan di lingkungan muslim.

Penjelasan para saksi itu diharapkan dapat meringankan dan menjadi bahan pertimbangan majelis hakim.

"Yang mau diterbangkan ini bagaimana kehidupan sehari-hari Pak Basuki di sana, sehingga jangan sampai dianggap melakukan penodaan agama. Padahal sejak awal dia sudah ada panduan dalam kehidupannya," bilang Teguh.

Selain itu, kuasa hukum mantan Bupati Belitung Timur itu juga berencana menghadirkan satu saksi ahli pidana dari Universitas Gadjah Mada, Edward Omar Sharif Hiariej.

Namun kesaksiannya dipending karena majelis hakim mendahulukan para saksi fakta terlebih dahulu. 

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved