Banjir di DKI Jakarta

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Sulit Mengatasi Banjir di Kemang karena Tidak Ada Dana

Diketahui, trase Kali Krukut yang ideal adalah 20 meter, kenyataannya, di lapangan hanya tersisa 5 meter, sehingga terjadi penyempitan trase.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Sulit Mengatasi Banjir di Kemang karena Tidak Ada Dana
Warta Kota
ILUSTRASI - Suasana kala terjadi genangan di kawasan Kemang, Jakarta Selatan pada Sabtu (27/8/2016) malam. 

WARTA KOTA, MAMPANG PRAPATAN -- Musibah banjir di Kemang, Jakarta Selatan akibat puluhan bangunan melanggar trase Kali Krukut. Namun karena bangunan itu memiliki sertifikat, maka Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak bisa membongkarnya.

Apalagi, tidak adanya anggaran untuk membebaskan lahan yang berada di pinggiran Kali Krukut.

Diketahui, trase Kali Krukut yang ideal adalah 20 meter.

Namun, kenyataannya, di lapangan hanya tersisa 5 meter, sehingga terjadi penyempitan trase.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Cipta Karya Jakarta Selatan, Syukria mengatakan, pihaknya sudah  melakukan pendataan bangunan yang bersinggungan dengan trase Kali Krukut atau tepat di Jalan Kemang Raya, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

"Dari data, ada 50 bangunan yang berada di Kemang Raya yang bersingungan dengan trase Kali Krukut," kata Syukria, Senin (13/3/2017).

Dia menjelaskan, kawasan Kemang sesuai peda zonasi Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), adalah kawasan ungu atau komersil.

Sehingga, Kemang banyak tempat usaha tidak menyalahi aturan.

"Kemang memang dilakukan pendataan karena kemarin banjir. Soalnya, trase tidak ideal dan masih dikuasai masyarakat. Agak susah karena mereka memiliki seritifikat dan tidak menyalahi aturan," ucapnya.

Namun, pihaknya akan terus berusaha agar bisa melebarkan trase Kali Krukut atau dengan cara meminjam tanah warga yang bersinggungan dengan Kali Krukut.

Namun, kendalanya adalah tidak adanya anggaran untuk pembebasan lahan.

"Kita usulkan agar bisa dimanfaatkan tanah warga kaya dicoak gitu biar air ngalir. Tanah itu tetap milik warga cuma dimanfaatkan untuk trase saja karena kami tidak ada anggaran," ucapnya.

Itu pun, kata dia, menunggu warga bersedia. Jika bersedia maka Dinas Cipta Karya DKI Jakarta akan mendesain trase tersebut.

"Bisa dibuat kaya jogging track atau pedestrian terus airnya bisa ngalir," katanya.

Penulis:
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved