Minggu, 19 April 2026

Sopir Metro Mini Kabur Setelah Menabrak Pejalan Kaki di Jalur Busway

Metromini S75 trayek Pasar Minggu-Blok M menabrak seorang pejalan kaki, Ejen Jaenal Arifin di jalur busway.

Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Ilustrasi. 
WARTA KOTA, PANCORAN -- Bus Metromini S75 trayek Pasar Minggu-Blok M menabrak seorang pejalan kaki, Ejen Jaenal Arifin (49), di Jalan Raya Warung Buncit, Pancoran, Jakarta Selatan.
Korban ditabrak di jalur busway Transjakarta, persisnya di depan Halte Imigrasi, Sabtu (11/3/2017) siang.
Akibat kejadian itu, korban yang merupakan warga Purwakarta, Jawa Barat, itu mengalami luka serius di bagian kaki serta beberapa bagian tubuh.
Sementara, sopir Metromini berpelat nomor B 7170 AV itu belum diketahui identitasnya karena melarikan diri usai menabrak.
Massa yang melihat kejadian itu sempat meluapkan kekesalan dengan melempari bodi angkutan bus sedang warna oranye tersebut dan memecahkan kacanya.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Edy Surasa, menjelaskan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Sebelum kejadian, Metromini masuk menerobos jalur bus Transjakarta.
"Sopir Metromini kabur, hingga kini, petugas masih melakukan pengejaran," ujar Edi kepada wartawan, Sabtu (11/3/2017).
Edi menerangkan, awalnya Metromini tersebut melaju dari arah Ragunan ke arah Mampang Prapatan dengan menerobos jalur bus Transjakarta.
Sesampainya di depan Kantor Imigrasi Jakarta Selatan, Metromini itu menabrak korban Jaenal yang sedang menyeberang dengan melintasi jalur bus Transjakarta.
Beberapa saat setelah tabrakan, sopir turun dari atas kemudi dan kabur meninggalkan Jaenal yang terluka.
Warga yang berada di dekat lokasi kejadian langsung menolong korban dan membawanya ke Rumah Sakit JMC.
Sebagian warga lainnya mencoba mengejar pelaku, namun tidak berhasil. Akhirnya, warga yang marah menumpahkan kekesalan dengan merusak bodi Metromini.
Persis di depan Kantor Imigrasi sendiri sebenarnya terdapat jembatan penyeberangan orang (JPO) yang terintegrasi dengan halte Transjakarta.
Namun, korban tidak menggunakan fasilitas tersebut.
Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Budi Kaliwono, membenarkan peristiwa kecelakaan yang terjadi di jalur Transjakarta itu. Dia menyampaikan, jalur Transjakarta hanya diperuntukkan bagi bus Transjakarta.
"Sementara kendaraan pribadi maupun angkutan umum berada di luar jalur. Pejalan kaki disiapkan jembatan penyeberangan orang (JPO) untuk berpindah," ujar Budi dalam keterangan tertulis yang disampaikan kepada pewarta.
Budi pun menyayangkan peristiwa kecelakaan itu. Menurutnya, kejadian tersebut seharusnya menjadi pembelajaran agar angkutan umum mau berbenah dalam meningkatkan pelayanan.
 
"Tansjakarta membuka kesempatan untuk bekerja sama dengan para angkutan umum dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," kata Budi.
Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved