Sandiaga Uno yang Minta Ditunda Diperiksa Sebagai Saksi Kasus Pencemaran Nama Baik

Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berhalangan hadir terkait pemanggilan dirinya sebagai saksi di Mapolsek Metro Tanah Abang.

Sandiaga Uno yang Minta Ditunda Diperiksa Sebagai Saksi Kasus Pencemaran Nama Baik
Warta Kota/Rangga Baskoro
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Dwiyono 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

WARTA KOTA, SENEN - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berhalangan hadir terkait pemanggilan dirinya sebagai saksi di Mapolsek Metro Tanah Abang.

Pemeriksaannya merupakan tindak lanjut laporan dari Dini Indrawati Septiani, dengan nomor laporan polisi 1616/K/XI/2013/POLRES JP. Dini melaporkan E dan S atas dugaan pencemaran nama baik.

"Hari ini panggilan (kepada Sandiaga Uno), namun kita mendapatkan informasi, saksi bahwasanya Bapak Uno berhalangan hadir," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Dwiyono, di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Jumat (10/3/2017).

Baca: Polsek Tanah Abang Tunda Periksa Sandiaga Uno Sebagai Saksi Kasus Pencemaran Nama Baik

Ia menambahkan, hal tersebut disampaikan oleh penasihat hukum Sandiaga yang memberitahukan bahwa Sandiaga berhalangan hadir karena keperluan tertentu.

"Tadi yang datang adalah pengacaranya, sehingga beliau meminta dilakukan penundaan karena ada kepentingan," jelasnya.

Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Suwarno membenarkan pemanggilan Sandiaga Uno sebagai saksi, lantaran terkait kasus tindak pidana pencemaran nama baik atau fitnah sebagaimana diatur dalam pasal 310 KUHP.

Baca: Sandiaga Uno Diperiksa di Polsek Tanah Abang untuk Kasus Tahun 2013

"Ada laporan kasus 310 aja," ucapnya di Mapolsek Metro Tanah Abang, Jumat.

Kasus yang membuat Sandi diperiksa sebagai saksi itu sudah berlangsung cukup lama, yakni tahun 2013 silam. Meskipun begitu, lamanya pengusutan pemeriksaan sebuah kasus merupakan sesuatu yang wajar.

"Cukup lama, tapi tiap permasalahan harus kita ungkap," tutur Suwarno.

Lebih lanjut ia mengatakan, Sandiaga bukanlah pihak yang dilaporkan. Ia menyerahkan seluruh hasil pemeriksaan kepada bagian Humas Polres Metro Jakarta Pusat.

"Sebagai saksi saja. Selesai pemeriksaan, Polres yang menyampaikan melalui humas," imbuhnya. (*)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved