Breaking News:

Komisi I DPR Tidak Pernah Bahas Merk dan Menunjuk Produk Pesawat Tertentu

Komisi I DPR tidak pernah membahas merk dan produk pesawat tertentu dalam pembahasan RAK/L Kemhan/TNI.

Daily Mail
Ilustrasi helipad. 
WARTA KOTA, PALMERAH -- Belakangan ini isu mengenai pembelian lima pesawat A400M oleh TNI AU kembali menghangat.
Hal itu menyusul adanya pemberitaan di media asing janes.com http://www.janes.com/article/68406/airbus-dispatches-a400m-to-indonesia-in-showcase-of-platform-s-capabilities
"Sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR, yang membidangi pertahanan, maka saya perlu sampaikan bahwa isi dalam pemberitaan itu tidak benar," kata Wakil Ketua Komisi I DPR, TB Hasanudin di Jakarta, Kamis (9/3/2017).
Bahwa tidak benar kalau DPR-RI, dalam hal ini Komisi I pernah membahas apalagi menyetujui pembelian 5 unit pesawat A400M seharga USD 2 miliar.
Sesuai ketentuan yang berlaku, kata TB Hasanuddin, Komisi I tidak pernah membahas merek dan produk pesawat tertentu.
"Kami tidak pernah membahas merk dan produk pesawat tertentu dalam pembahasan RAK/L Kemhan/TNI, apalagi memberi persetujuan soal besaran harganya," katanya.‎
Merk, produk, dan harga pesawat ditentukan oleh tim pemerintah cq Kemhan/TNI setelah melalui tender.
Komisi I DPR tetap berpegang teguh pada UU industri pertahanan, bahwa tidak dibenarkan membeli dari luar bila alut sista tersebut sudah dapat diproduksi di dalam negeri.
Seandainya harus diimpor, kata TBH, maka ada ketentuan yang harus diikuti, antara lain rekomendasi dari KKIP (komite kebijakan industri pertahanan) dan bekerja sama dengan PT DI.
"Sampai saat ini, saya sudah mengeceknya ke PT DI, PT DI tidak pernah membicarakan skema Transfer of Technolgy (ToT) mengenai pengadaan pesawat A400M tersebut," katanya.‎
Penulis:
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved