VIDEO: Buwas Jelaskan Pengagalan Pengiriman Narkotika dari China

petugas BNN juga menyita dua pucuk senjata air soft gun, tiga butir peluru 9mm, delapan mobil, dua sepeda motor, 30 telepon genggam, dan timbangan

WARTA KOTA, JAKARTA Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menggagalkan penyelundupan narkotika jaringan internasional di kawasan Medan, Sumatera Utara. Narkotika itu barasal dari China.

"Barang-barang datang dari Tiongkok dimasukkan ke Indonesia melalui Aceh. Hasil penelusuran diikuti terus sampe ke Medan. Di situ ditemukan jaringan ini," kata Kepala BNN Budi Waseso di gedung BNN, Jakarta, Selasa (7/3/2017).

Terdapat tiga jenis narkotika yang berhasil diamankan oleh petugas antara lain sabu seberat 48,16 kg, 3.702 butir ekstasi, dan 454 butir pil happy five.

Budi memaparkan, informasi masuknya narkotika dari China didapat dari hasil pengembangan penyelidikan jaringan peredaran narkotika dari Taiwan. Penyelundupan dilakuan melalui jalur laut yang akan diedarkan di Medan.

Pada Rabu (1/3/2017), petugas BNN mengamankan dua tersangka Mul (33) dan Riz (36) yang diduga merupakan kurir di Jalan Medan-Binjai, Sumatera Utara. Dari kedua tersangka disita sabu seberat 39,21 kg. "Riz duluan menghadap Yang Maha Kuasa, " kata Budi.

Baca: VIDEO: Terpikat Suasana Bali, Raja Salman Perpanjang Liburan

Kemudian, dilakukan pengejaran terhadap SY (45) yang diduga berperan sebagai koordinator kurir dan AM (32) sebagai penerima barang. Kedua pelaku ditangkap di rumah HAB yang merupakan anggota TNI, di daerah Medan Sunggal. Namun HAB tidak berada di lokasi.

Di sana terdapat ZAK, adik HAB. Setelah dilakukan penggeledahan, didapatkan barang bukti sabu seberat 12,72 gram, ekstasi 3.702 butir, dan 454 butir pil happy five. Kemudian, tersangka lainnya, HER (31) ditangkap di rumahnya di Perumahan Johor Permai, Medan.
Petugas menyita tujuh bungkus besar sabu seberat 7,17 kg dan 18 bekas bungkus kecil sabu seberat 1,7 kg yang disembunyikan di dalam mobil.
"Dari keterangan dia, harga bukti itu milik DED, adiknya HER. Rumahnya di Perumahan Senang Tamansari," ucap Budi.

Selain alat bukti narkotika, petugas BNN juga menyita dua pucuk senjata air soft gun, tiga butir peluru ukuran 9mm, delapan mobil, dua sepeda motor, 30 telepon genggam, dan timbangan digital.

Selain itu juga buku tabungan dari berbagai bank, kartu identitas, dan surat berharga.

Baca: VIDEO: Arab Saudi Kasih Pedang Emas ke Kapolri, Tito Serahkan ke KPK

Delapan tersangka disangkakan pasal 114 ayat 2 Jo pasal 132 ayat 1, pasal 112 ayat 2 Jo pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal berupa hukuman mati.

Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved