Minggu, 12 April 2026

Longsor di Pasar Rebo Akibat Konstruksi Turap Tak Kokoh

Musibah longsor menimpa kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Sabtu (4/3/2017) akhir pekan lalu.

Penulis: Feryanto Hadi |
WARTA KOTA/FERYANTO HADI
Tebing di bantaran Sungai Ciliwung di Jalan Kesehatan RT 04/11, Kelurahan Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur, longsor, Sabtu (4/3/2017). 

WARTA KOTA,  PASAR REBO - Musibah longsor menimpa kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Sabtu (4/3/2017) akhir pekan lalu.

Sebuah tebing yang berada di bantaran Sungai Ciliwung di Jalan Kesehatan RT 04/11, Kelurahan Gedong, ambruk setelah kawasan itu diguyur hujan sejak Jumat, serta derasnya aliran sungai Ciliwung sejak beberapa hari terakhir.

Camat Pasar Rebo Wahyu Supriyatna mengatakan, berdasarkan analisis, penyebab longsor di kawasan itu akibat pemasangan bronjong dengan ketinggian 25 meter sebagai penyangga tebing, tidak diimbangi dengan pondasi yang kuat.

Tebing di bantaran Sungai Ciliwung di Jalan Kesehatan RT 04/11, Kelurahan Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur, longsor, Sabtu (4/3/2017).
Tebing di bantaran Sungai Ciliwung di Jalan Kesehatan RT 04/11, Kelurahan Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur, longsor, Sabtu (4/3/2017). (WARTA KOTA/FERYANTO HADI)

"Pada posisi dasar bronjong tidak dibuatkan pondasi cor, sehingga saat air naik, posisi bawah bronjong tertekan dan tergerus aliran air deras Kali Ciliwung. Dengan begitu, sudah barang tentu tumpukan bronjong lainnya merosot dan runtuh," jelas Wahyu saat dihubungi pada Senin (6/3/2017) malam.

Meskipun tidak menimbulkan korban, Wahyu menambahkan, ia dan warga sekitar lokasi sekitar khawatir longsor makin meluas.

"Penduduk sekitar was-was karena bisa saja tempat tinggal mereka ikut terbawa longsor jika pihak kementerian melalui Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) tidak segera memperbaiki," tuturnya.

Wahyu menambahkan, pihaknya sudah mengimbau warga untuk waspada terkait longsor susulan, mengingat beberapa hari ke depan cuaca buruk masih akan terjadi di Jakarta.

"Kami sudah mengimbau kepada warga untuk segera memindahkan mobil dan kendaraan lainnya ke luar lokasi, karena kemungkinan jalan sisi tebing ikut longsor tiba-tiba. Mengingat sebagian jalan aspal tersebut pada bagian bawahnya sudah bolong," papar Wahyu.

Ramlan, kKetua RT 04/11 menambahkan, saat ini warga secara swadaya telah membuat turap darurat agar retakan longsor tidak makin meluas.

"Kami berharap pemerintah bisa segera memperbaikinya. Karena ini membahayakan," ujarnya.

Sementara, Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardana bilang, pihaknya akan berkoordinasi dengan Suku Dinas Sumber Daya Air dan pihak BBWSCC terkait musibah longsor tersebut.

"Kami akan segera lakukan koordinasi dengan Sudin Dinas Air. Kita akan melihat analisanya bagaimana, nanti kami koordinasikan dengan Sumber Daya Air atau BBWSCC. Kalau dari informasi, sebabnya karena turap sudah keropos," bebernya. (*)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved