Sepi Pembeli, Pedagang di Lenggang Jakarta Makin Lengang
Berada di lokasi yang cukup sering dilalui oleh kendaraan, tak menjamin ramainya pengunjung di suatu tempat usaha.
Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro
WARTA KOTA, KEMAYORAN - Berada di lokasi yang cukup sering dilalui oleh kendaraan, tak menjamin ramainya pengunjung di suatu tempat usaha.
Hal itu bisa dilihat ketika mengunjungi Lenggang Jakarta Blok B1 Kemayoran. Kawasan wisata kuliner yang terletak di Jalan Garuda dan Kemayoran Gempol tersebut tak kunjung ramai, meski dibangun di sekitar wilayah yang arus lalu lintasnya ramai. Lenggang Jakarta Kemayoran tak kunjung dipadati pembeli.
Sriya (54), pedagang nasi pecel di lapak nomor 77 mengatakan, banyak pedagang yang mengurungkan niatnya berjualan, karena sepinya pengunjung di kawasan tersebut.
"Ramainya hanya dua minggu pertama saja, sejak dibuka tanggal 29 Desember 2016 yang lalu. Setelah itu ya sepi," ujarnya di Lenggang Jakarta Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (6/3/2017).
Hal tersebut membuat satu per satu pedagang yang menempati gerai kuliner, berkurang. Pantauan Warta Kota , hanya ada sekitar tiga pedagang yang berjualan di lokasi seluas 1.200 meter persegi itu.
"Ramai pedagangnya saja sudah sepi, apalagi kalau pedagangnya sepi? Semakin enggak ada yang beli," tuturnya.
Kawasan kuliner Lenggang Jakarta Blok B1 Kemayoran diresmikan oleh Plt Gubernur DKI Jakarta Soni Sumarsono pada 29 Desember 2016. Lokasi itu ditempati 98 pedagang kuliner, 10 kuliner ikonik, dan 125 pedagang non kuliner.
Pembangunan lokasi yang membutuhkan waktu selama kurang lebih empat bulan ini, menggunakan dana sebesar Rp 2,5 miliar yang berasal dari Corporate Social Responsibility (CSR) PT Sosro. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/lenggang-jakarta-sepi-pengunjung_20170306_133755.jpg)