Pasar Rakyat Kebon Bawang Sepi Pedagang dan Pembeli, Ini Penyebabnya

Pasar Tradisional Kebon Bawang, Jalan Swasembada Barat XVI RT 03/14, Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, terpatau sepi, pada Senin (6/3/2017).

Pasar Rakyat Kebon Bawang Sepi Pedagang dan Pembeli, Ini Penyebabnya
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Suasana Pasar Tradisional Kebon Bawang, Jalan Swasembada Barat XVI RT 03/14, Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang terpantau sepi pada Senin (6/3/2017). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Panji Baskhara Ramadhan

WARTA KOTA, TANJUNG PRIOK -- Pasar Tradisional Kebon Bawang, Jalan Swasembada Barat XVI RT 03/14, Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, terpatau sepi, pada Senin (6/3/2017).

Pasar Kebon Bawang yang ketika itu diresmikan langsung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan pihak PD Pasar Jaya pada Selasa (13/9/2016) lalu, sepi lantaran banyak pedagang tak betah dan memilih kembali berdagang secara liar, di pinggir Jalan Swasembada Timur 21, Tanjung Priok.

Terpantau lokasi Pasar Rakyat Kebon Bawang suasananya mirip seperti kuburan. Selain sepi pedagang, tak terlihat satu orang pembeli pun datang ke Pasar Rakyat Kebon Bawang.

Selain itu, nyaris puluhan lebih kios terpantau tertutup rapat. Hanya Beberapa kios saja yang dapat dihitung dengan jari, terlihat dibuka dan nampak ada aktivitas dari para pedagang itu.

Kebanyakan sejumlah pedagang pakaian, dan pedagang makanan hingga minuman, sedang asyik bersantai berharap datang akan pembeli ke kios dagangannya.

Namun pengakuan para pedagang, semenjak diresmikan Pasar Kebon Bawang sudah dalam kondisi sepi dan banyak pedagang memilih untuk pindah.

"Yah begini lah suasananya. Sepi. Enggak ada pembeli sama sekali sejak pagi. Yah namanya juga dagang, tetapi jangan salah ya. Semenjak Pasar Kebon Bawang ini diresmikan, memang kondisinya sepi. Pedagang makanan, pakaian, sampai pedagang sayur dan pedagang lain itu banyak yang memilih pindah. Naah, pindahnya itu (Pedagang) ke pinggir jalan. Tepatnya itu di Jalan Swasembada Timur XXI. Jadi anggapan saya pedagang di Pasar Kebon Bawangnya ini jadi enggak laku, karena masih ada tuh Pasar liar atau tak resmi, Jalan Swasembada Timur XXI itu," cerita Udin (40), pedagang pulsa serta gorengan di Pasar Kebon Bawang.

Udin kembali bercerita kiosnya yang disewa di Pasar Rakyat Kebon Bawang tersebut yaitu Rp 220 ribu per bulan.

Akibat sepi pembeli, ia pun mengakui bisa membayar uang sewa kiosnya, dengan cara berhutang.

"Ya gali lubang, tutup lubang. Pendapatannya? Saya? Ya enggak nentu. Sukur-sukur ya masih ada yang doyan gorengan saya. Bayaran sewa kios, seperti saya bilang tak sesuai dengan isi dompet saya pendapatan perharinya sayanya berdagang. Kadang hutang, kalau dapat rejeki banyak, tutup hutang. Ya begitu saja terus nih selama enam bulan saya di sini berdagang, di Pasar Kebon Bawang. Makanya, saya jualan di sini selain gorengan, ada kopi seduh, ada juga pulsa," paparnya.

Udin mengeluhkan terkait keberadaan sebuah pasar tak resmi atau liar, yang lokasinya tidak jauh dari Kantor Kelurahan Kebon Bawang, di Jalan Swasembada Timur XXI.

Menurut Udin, sudah seharusnya pasar liar yang disebutnya tersebut dapat membuat macet jalan, hingga sering mengotori kali itu terbilang semestinya ditertibkan.

"Saya dan para pedagang di pasar ini (Pasar Kebon Bawang) sudah mengeluhkan hal itu ke Lurah Kebon Bawang (Wily Haridiana). Ya kata Lurahnnya sih, itu pasar tak resmi di pinggiran Jalan Swasembada Timur XXI bakal langsung ditertibkan. Tapi penertibannya dilakukan saat selesai Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta. Ya bagus lah ditertibkan. Wong Pasar Swasembada Timur XXI itu kan liar. Harus lah segera ditertibkan. Kalau, tak ditertibkan juga ya kami enggak laku," katanya.

Ia melanjutkan, "Nah, enggak hanya saya yang kesal. Tetapi, Kepala Pasar Kebon Bawangnya ya (Hendri) dan Wakil Kepalanya (Katsani) itu, rencana bakal mau masukin pedagang malam atau pedagang keliling itu. Kalau kios di Pasar Kebon Bawang ini penuh, lalu pasar tak resmi di sana (Swasembada Timur) ditertibkan dan mau pindah ke sini, mampus saja. Ya penuh di sini sama pedagang baru. Jangan sampai lah pedagang Swasembada Timur XXI itu sampai protes atau ngamuk. Siapa suruh, dikasih kios enak sama pemerintah dan PD Pasar Jaya, eh malah mau di tempat liar. Di sananya itu sewa bisa Rp 10 ribu per-hari atau Rp 300 per-bulan. Murahan di sini kan?" paparnya Udin kembali. (BAS)

Suasana Pasar Tradisional Kebon Bawang, Jalan Swasembada Barat XVI RT 03/14, Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang terpantau sepi pada Senin (6/3/2017).
Suasana Pasar Tradisional Kebon Bawang, Jalan Swasembada Barat XVI RT 03/14, Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang terpantau sepi pada Senin (6/3/2017). (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)
Suasana Pasar Tradisional Kebon Bawang, Jalan Swasembada Barat XVI RT 03/14, Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang terpantau sepi pada Senin (6/3/2017).
Suasana Pasar Tradisional Kebon Bawang, Jalan Swasembada Barat XVI RT 03/14, Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang terpantau sepi pada Senin (6/3/2017). (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)
Suasana Pasar Tradisional Kebon Bawang, Jalan Swasembada Barat XVI RT 03/14, Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang terpantau sepi pada Senin (6/3/2017).
Suasana Pasar Tradisional Kebon Bawang, Jalan Swasembada Barat XVI RT 03/14, Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang terpantau sepi pada Senin (6/3/2017). (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)
Suasana Pasar Tradisional Kebon Bawang, Jalan Swasembada Barat XVI RT 03/14, Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang terpantau sepi pada Senin (6/3/2017).
Suasana Pasar Tradisional Kebon Bawang, Jalan Swasembada Barat XVI RT 03/14, Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang terpantau sepi pada Senin (6/3/2017). (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)
Suasana Pasar Tradisional Kebon Bawang, Jalan Swasembada Barat XVI RT 03/14, Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang terpantau sepi pada Senin (6/3/2017).
Suasana Pasar Tradisional Kebon Bawang, Jalan Swasembada Barat XVI RT 03/14, Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang terpantau sepi pada Senin (6/3/2017). (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)
Penulis:
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved