Breaking News:

Terpilih Ikut MEP 2017, Oki Setiana Dewi Ingin Mengetahui Islam di Australia

Pasalnya pemain sinetron 'Dari Sujud ke Sujud' itu ingin mengetahui seluk beluk agama Islam di Australia.

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor:
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Oki Setiana Dewi (28) bersama empat orang lainnya dari seluruh Indonesia terpilih untuk mengikuti Muslim Exchance Program (MEP) Indonesia-Australia pada 5 - 19 Maret 2017. Kesempatan itu tentu saja membuat Oki senang dengan apa yang diperolehnya tersebut. 

WARTA KOTA, SETIABUDI - Oki Setiana Dewi (28) bersama empat orang lainnya dari seluruh Indonesia terpilih untuk mengikuti Muslim Exchance Program (MEP) Indonesia-Australia pada 5 - 19 Maret 2017. Kesempatan itu tentu saja membuat Oki senang dengan apa yang diperolehnya tersebut.

Pasalnya pemain sinetron 'Dari Sujud ke Sujud' itu ingin mengetahui seluk beluk agama Islam di Australia. Sebagai agama minoritas di Negeri Kangguru, Oki ingin mengetahui sistem dakwah seperti apa yang diterapkan oleh pemeluk agama Islam di sana.

"Saya ingin melihat bagaimana minoritas Muslim di sana karena walaupun minoritas mereka berkembang pesat. Saya tertarik untuk mempelajari bagaimana metode dakwahnya selama ini," ujarnya saat berada di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Tidak hanya itu, Oki juga ingin melihat lebih dekat sistem pendidikan yang diterapkan di Negeri Kangguru tersebut. Wanita yang mengenakan hijab itu ingin mempelajari sistem pendidikan yang selama ini digunakan.

"Selain tentang Islam tentu saja saya ingin mengetahui sistem pendidikan di Australia. Saya ingin melihat sistem dan kurikulum pembelajaran di sana. Saya menempatkan diri sebagai mahasiswa yang sedang mengambil pendidikan Islam," katanya.

Sejumlah tempat di Australia pun rencananya akan disinggahi oleh Oki dan kawan-kawan mulai dari Melbourne, Sydney hingga Canberra. "Kita juga akan mengunjungi universitas-universitas di sana ke berbagai dosen dan profesor, ke berbagai masjid, hingga melakukan berbagai dialog dengan lintas agama," ucapnya.

Oki menceritakan pertukaran tokoh muda yang didanai oleh pemerintah Australia dan dilaksanakan oleh Australia Indonesia Institute (AII) itu sudah berlangsung sejak tahun 2002. Tujuannya adalah untuk mengetahui Islam di Australia seperti apa mulai dari penyebarannya hingga pandangan orang-orang non Islam kepada Islam seperti apa.

"Nanti teman-teman Australia juga akan datang ke Indonesia pada bulan Mei, mereka akan melakukan hal yang sama," ungkapnya. (

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved