Pilkada DKI Jakarta

Sandiaga Uno Kecil Sering Dipukul Ibu Pakai Mistar

Calon wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengungkapkan didikan keras ibunya sejak kecil.

Sandiaga Uno Kecil Sering Dipukul Ibu Pakai Mistar
Tribunnews/Nurul Hanna
Sandiaga Uno dan Neno Warisman saat menghadiri acara Seminar Parenting: Mendidik dengan Cinta di Hotel Alia Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (5/3/2017). 

WARTA KOTA, CIKINI - Calon wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengungkapkan didikan keras ibunya sejak kecil.

Sang ibunda, Mien Rachman Uno, merupakan sosok yang tegas di balik wajahnya yang ramah.

"Ibu saya kan kelihatannya senyum terus, tapi saya dulu sering dipukul pakai (penggaris) mistar. Kalau zaman sekarang mungkin sudah dilaporkan ke KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia)," kata Sandiaga saat menghadiri seminar parenting di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (5/3/2017).

Sang ibunda juga kerap menempelkan kertas ujian anaknya yang mendapatkan nilai jelek. Kertas ujian tersebut ditempel di sejumlah tembok rumah mereka, sebagai hukuman agar Sandiaga dan saudaranya lebih disiplin.

"Hal-hal tersebut supaya kita bisa menghargai waktu, kerja keras, dan tidak mengambil posisi bersantai-santai. Punishment (hukuman) itu sudah biasa, Ibu saya itu tegas kalau lagi marah," ungkap Sandiaga.

Sandiaga juga menceritakan soal namanya, yang diberikan oleh sang ayah, Razif Halik Uno. Sang ayah berharap, Sandiaga bisa bisa merepresentasikan kebaikan hati Salahuddin Al Ayyubi, pahlawan Islam di Perang Salib.

"Untuk nama tengah saya, ayah saya terinspirasi dari Salahuddin Al Ayyubi, pahlawan yang ditakuti bukan karena bengis, namun lantaran dia sosok yang penuh kasih," jelas Sandiaga Uno.

Sandiaga juga mengisahkan, Salahuddin merupakan sosok yang berhati mulia. Saat musuh besarnya, yakni Richard the Lion Heart sakit keras, Salahuddin justru menjenguknya.

"Seharusnya dia menghadapi musuhnya, Richard the Lion Heart. Namun justru disambangi oleh Salahuddin dan diberi obat-obatan," papar Sandiaga.

Wakil calon gubernur nomor urut dua itu pun berharap, kisah di balik nama tengahnya tak sekadar doa, namun bisa menginspirasi semua orang.

"Mudah-mudahan itu jadi motivasi kita berjuang untuk menanamkan cinta dan kasih sayang," harapnya. (Nurul Hanna)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved