Minggu, 17 Mei 2026

Kunjungan Raja Arab

Inilah Menu Makanan Raja Salman di Restoran Rumah Bekas Soekarno

Rumah untuk restoran Timur Tengah, Al Jazeerah ini memang unik. Rumah ini adalah bekas kediaman Presiden RI pertama, Ir Soekarno.

Tayang:
Editor: Suprapto
Kompas.com/Silvita Agmasari
Bungker yang berubah fungsi menjadi ruang makan di restoran Aljazeerah . 

WARTAKOTA, PALMERAH-- Tak biasanya sebuah restoran ada di tengah kompleks perumahan, tepatnya di Jalan Cipinang Cempedak 1 Nomor 29, Jatinegara, Jakarta Timur.

Namun rumah yang difungsikan menjadi restoran hidangan Timur Tengah, Al Jazeerah ini memang unik. Rumah ini adalah bekas kediaman Presiden RI pertama, Ir Soekarno.

"Kami adalah restoran yang istimewa, berbeda dari yang lainnya karena menempati bangunan bersejarah. Ini bekas rumah Soekarno," kata General Manager Restoran Al Jazeerah, Ely Yuliantini saat ditemui KompasTravel, Jumat (3/3/2017).

Baca: Wow, Sopir Rombongan Raja Salman Dapat Bayaran Aduhai

Soekarno tercatat pernah berdiam di rumah yang disebut Rumah Polonia ini pada tahun 1960an.

Bangunannya sendiri mengalami perubahan setelah berpindah pemilik.

Rumah Polonia, bekas rumah Soekarno yang difubgsikan menjadi restoran Aljazeerah.
Rumah Polonia, bekas rumah Soekarno yang difubgsikan menjadi restoran Aljazeerah. (Kompas.com/Silvita Agmasari)

Meski mengalami perubahan ada bagian yang tetap dipertahankan.

Seperti ruang bungker di bawah tanah, yang dijadikan tempat makan ala Timur Tengah tanpa kursi, hanya karpet dan busa duduk.

Tentunya pengalaman ini yang banyak dicari oleh para pengunjung, makan ala orang Timur Tengah yang otentik. 

Saya pun tertarik mencicip beberapa hidangan Timur Tengah, tak terkecuali hidangan yang disajikan oleh Aerofood ACS kepada Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud dan rombongan.

Dikabarkan, saat di pesawat, Selasa (28/2/2017) Raja Salman dan rombongan disajikan nasi basmati, hummus, canapé, caviar, berbagai roti pilihan, aneka daging, dan kopi arab.

Hidangan khas Timur Tengah di restoran Aljazeerah.
Hidangan khas Timur Tengah di restoran Aljazeerah. (Kompas.com/Silvita Agmasari)

Penasaran akhirnya saya memesan hummus, nasi mandhi, dan teh arab di restoran Al Jazeerah. "Kalau hummus ini makanan pembuka, disantap dengan roti arab," kata marketing Restoran Al Jazeerah, Khilda Thalib.

Ia menjelaskan hummus sebenarnya adalah kacang arab, yang dilumatkan kemudian diberi bumbu dan minyak zaitun.

Hummus yang rasanya gurih, sedikit manis, dan berminyak sebenarnya terasa seperti mentega putih untuk menikmati roti arab yang pipih namun bertekstur empuk.

"Kalau ini nasi mandhi, sebenarnya ada empat jenis nasi di Timur Tengah yang terkenal ada mandhi, kabsah, kabli, dan briyani. Kalau saya lihat di foto, yang disajikan ke Raja Salman itu sepertinya mandhi karena warnanya cenderung kuning," kata Khilda.

Nasi mandhi dengan lauk daging kambing muda oven.
Nasi mandhi dengan lauk daging kambing muda oven. (Kompas.com/Silvita Agmasari)

Keempat nasi tersebut menggunakan nasi basmati, bedanya nasi mandhi menggunakan kaldu kambing, sehingga rasanya sangat gurih. Umumnya nasi mandhi juga disampingi lauk yakni daging kambing muda yang dioven. 

Di Al Jazeerah, daging kambing muda yang dioven patut diacungi jempol. Saya yang sebenarnya anti terhadap daging kambing, karena memiliki bau khas justru suka dengan hidangan kambing oven tersebut.

Kata sang koki Mohammad Muslim yang keturunan Saudi-India, kuncinya adalah penggunaan daging kambing ukuran lima sampai tujuh kilogram. "Bumbunya biasa pakai rempah-rempah saja, kemudian dioven sejam sampai empuk," kata Muslim.

Terakhir sebagai penutup ada teh arab, tak ada yang istimewa dengan rasanya sebab mirip dengan teh Indonesia, yang berbeda adalah tampilannya. Teh arab disajikan dengan teko khas Timur Tengah yang cantik dengan cawan kecil.

"Semua bahan makanan kami di Al Jazeerah diimpor dari Timur Tengah. Bahkan kokinya juga diimpor, ada yang dari Saudi, India, Maroko, Yaman, Mesir, dan Suriah," kata Khilda.

Bungker yang berubah fungsi menjadi ruang makan di restoran Aljazeerah.
Bungker yang berubah fungsi menjadi ruang makan di restoran Aljazeerah. (Kompas.com/Silvita Agmasari)

Restoran Al Jazeerah yang bertempat di Rumah Polonia ini adalah cabang dari restoran Al Jazeerah yang ada di Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat.

"Kami hanya ada dua restoran, di luar itu Al Jazeerah yang tak sama dengan kami," kata Khilda yang mengatakan mulai banyak restoran Timur Tengah dengan nama Al Jazeerah bermunculan.

Terdapat 11 ruang makan di Restoran Al Jazeerah Cipinang Cempedak dengan satu aula yang dapat memuat 600 tamu. Terdapat pula mushala untuk menunaikan ibadah di restoran ini. 

Harga makanan di Restoran Al Jazeerah mulai Rp 9.000 sampai Rp 200.000++. Untuk menu, 75 persen hidangan di restoran Al Jazeerah ada hidangan Timur Tengah, sedangkan 25 persen lagi adalah hidangan khas Indonesia.

Restoran Al Jazeerah di Cipinang Cempedak ini buka pukul 09.00-00.00, sedangkan yang di Jalan Raden Saleh buka hingga pukul 02.00 pagi. (Silvita Agmasari)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved