Minggu, 12 April 2026

Kunjungan Raja Arab

Eskalator Raja Salman Macet Lima Menit Sebelum Mendarat di Bali

Penggunaan IPL ini pun sepenuhnya permintaan Saudi Arabian Airlines, dan sudah berkoordinasi dengan pihak protokoler kerajaan.

Humas Bandara I Gusti Ngurah Rai
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulazis Al-Saud mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Sabtu (4/3/2017). 

WARTA KOTA, MANGUPURA - Insiden macetnya eskalator atau tangga otomatis untuk Raja Arab Saudi Salman bin Abdulazis Al-Saud ketika turun dari pesawat, menjadi perhatian banyak pihak.

Apalagi, kejadian ini hanya terjadi di Bali. Insiden itu bahkan terjadi jelang detik-detik sang raja tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Sabtu (4/3/2017) kemarin, atau sekitar lima menit sebelum pesawat B744 yang ditumpangi Raja Salman mendarat.

PT Jasa Angkasa Semesta Tbk (JAS) sebagai perusahaan ground and cargo handling mengamini hal ini. Perusahaan yang dipercayai menangani seluruh ground dan cargo handling rombongan kerajaan ini, akhirnya mengeluarkan invalid passenger lift (IPL) miliknya, untuk membantu sang raja turun dari pesawat.

“Ini memang sudah kami siapkan sebagai antisipasi apabila eskalatornya macet. Begitu protokoler kerajaan dan Saudi Arabian Airlines menginstruksi, kami langsung mendekatkan IPL ke bodi pesawat,” jelas Subiyono, Deputy Director Operations & Services PT JAS Tbk (JAS Airport Services) dalam temu media di Subak Restoran, Tuban, Badung, Minggu (5/3/2017).

Penggunaan IPL ini pun sepenuhnya permintaan Saudi Arabian Airlines, dan sudah berkoordinasi dengan pihak protokoler kerajaan.

“Alasannya ada gangguan eskalator saja. Tetapi intinya semua pelayanan Raja Saudi untuk kedatangan berjalan dengan baik,” tegasnya.

Pihak JAS mengaku tak tahu penyebab macetnya eskalator. Sebab, semuanya disiapkan oleh pihak kerajaan dan menjadi wewenang mereka. Sesuai prosedur tetap kerajaan, eskalator tersebut disiapkan oleh tim dan teknisi khusus yang dibawa dari Arab Saudi, bahkan telah dicoba dan dites dua jam sebelum digunakan oleh sang raja.

“Setelah itu diparkir tidak jauh dari lokasi pendaratan dan parkir pesawat raja, namun ternyata beberapa menit sebelum turun ada sedikit gangguan, sehingga kami diminta menyiapkan IPL ini,” jelas Subiyono.

Ia mengatakan, khusus untuk Bali, rangkaian penerbangan kunjungan kenegaraan ini telah dimulai pada 16 Februari 2017, dalam bentuk kedatangan tim observasi dan bermacam-macam kargo.

Kargo yang cukup berat adalah dua unit Mercy S600 yang datang pada 17 Februari 2017, dan satu elektrik elevator pada 22 Februari 2017.

Kargo lainnya yang cukup berat adalah mesin X-ray yang kemungkinan digunakan di hotel sang raja menginap. Selain itu, bawaan lainnya dari Arab Saudi adalah kebutuhan logistik, seperti meja, kursi, televisi, softdrink, hingga bahan makanan sang raja selama di Bali. (AA Seri Kusniarti)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved