Kunjungan Raja Arab
Jokowi dan Raja Salman Punya Garis Tangan yang Sama, Ini Artinya
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud, sama-sama memiliki garis telapak tangan yang sama
WARTA KOTA, PALMERAH - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud, sama-sama memiliki garis telapak tangan yang sama, yaitu garis lurus memanjang.
Coba Lihat Foto berikut ini!
Dilansir dari laman Yourchineseastrology.com, garis telapak tangan lurus memanjang, disebut head line atau garis kebijaksanaan.
Head Line atau yang disebut juga Garis Kebijaksanaan adalah garis penting kedua dalam pembacaan garis tangan.
Garis tersebut dimulai dari tepi telapak tagan antara ibu jari dan jari telunjuk lalu meluas di seluruh telapak tangan bagian tengah berada di antara garis kehidupan dan di garis jantung.
Head Line mengungkapkan kebijaksanaan, keyakinan, sikap, kemampuan, kemampuan kreatif, kontrol diri dalam berpikir seseorang.
Seseorang yang mempunyai garis seperti itu menunjukkan bahwa ia adalah orang yang cerdas.
Head Line yang dimiliki oleh Jokowi dan Raja Salman tergolong garis yang panjang, hal itu juga menunjukkan bahwa ia seseorang yang memiliki pikiran yang jernih, responsif baik dalam berpikir dan perhatian terhadap apapun yang ada di sekitarnya.
Sedangkan untuk bentuk garis telapak tangannya, kedua tokoh ini memiliki garis yang sama-sama lurusnya, hal tersebut memprediksi bahwa orang tersebut memiliki analitik yang kuat, praktis dan berdedikasi tinggi.
Orang yang terlahir dengan garis tangan seperti ini mempunyai kemampuan yang baik dalam bidang matematika, perdagangan, ilmu pengetahuan, dan bidang teknologi.
Kedatangan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (1/3/2017), memang menarik perhatian publik,
Foto-foto kebersamaan kedua tokoh ini, sering viral di media sosial. (Tribunwow.com/ Natalia Bulan Retno Palupi)
Salah Ucap
Raja Arab Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud bertemu dengan parlemen di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (2/3/2017).
Ketua DPR Republik Indonesia (RI), Setya Novanto membuka pertemuan tersebut.
Pada kesempatan pidatonya itu, Setya Novanto menyampaikan beberapa kalimat dalam bahasa Arab, yang membuat dirinya maupun hadirin tersenyum.
Setnov juga sempat melakukan kesalahan saat mengucapkan atribusi Try Sutrisno.
Ia menyebut Try Sutrisno mantan Wakil Ketua DPR, seharusnya Wakil Presiden.
"Ini kalau sebelah raja grogi-grogi dikit ya, hehe," ujar Setya Novanto. (Lihat videonya di akhir bagian berita ini)
Melawan Ancaman Terorisme
Setya Novanto mengatakan Arab Saudi punya hubungan yang baik dengan Indonesia.
Hal ini dibuktikan Novanto adanya bukti sejarah bagaimana Indonesia dan Arab memerangi ancaman komunisme dan zionisme pada 47 tahun lalu.
"Kedua negara jika 47 tahun yang lalu punya pandangan dan sikap yang sama dalam menghadapi ancaman komunisme dan zionisme," ujar Setya Novanto.
Saat ini, Novanto menjelaskan kepada Raja Salman ada ancaman baru yaitu terorisme dan radikalisme.
Karena itu Ketua Umum DPP Golkar mengajak Raja Salman meningkatkan keamanan dan perdamaian dunia.
"Sekarang bagaimana kita meningkatkan keamanan dan perdamaian dunia khususnya ancaman terorisme radikalisme," ungkap Novanto.
Novanto memaparkan jika Indonesia dan Arab Saudi bersama negara-negara mayoritas muslim bisa kompak menjaga keamanan, maka tidak akan ada ancaman terorisme dan radikalisme tersebut.
"Akan memberikan dampak besar dalam menciptakan perdamaian dunia sekarang-sekarang di negara Islam menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan," kata Novanto.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20170303-raja-sulaiman_20170303_073309.jpg)