Jumat, 1 Mei 2026

Tembok SDN Kalibaru 2 di Depok, Ambruk

Diduga, tembok ruang kelas ambruk pada Kamis subuh, akibat intensitas hujan disertai angin terjadi di wilayah Depok.

Tayang:
Penulis: Budi Sam Law Malau |
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Tembok ruang kelas V A SDN Kalibaru 2, Cilodong, Depok, ambruk, Kamis (2/3/2017) pagi. 

WARTA KOTA, DEPOK - Tembok di ruang kelas V A Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kalibaru 2 di Jalan M Nasir, Kelurahan Cilodong, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, ambruk tiba-tiba, Kamis (2/3/2017) pagi.

Ambruknya tembok itu diketahui saat aktifitas belajar baru saja hendak dimulai Kamis pagi.

Diduga, tembok ruang kelas ambruk pada Kamis subuh, akibat intensitas hujan disertai angin terjadi di wilayah Depok.

"Tahunya ambruk waktu siswa baru mulai belajar. Kalau kata guru-guru di sana sih, ambruknya subuh," kata Riri, salah seorang walimurid yang tinggal tak jauh dari lokasi sekolah.

Ia mengatakan akibat ambruknya tembok di satu ruang kelas di satu ruang kelas, sejumlah siswa akhirnya diminta masuk siang agar jam sekolah dilakukan bergiliran dengan siswa kelas lainnya.

Kepala SDN Kalibaru 2 Tita Rosita membenarkan ambruknya tembok di salah satu sisi di ruang Kelas V A di sekolahnya.

Menurut Tita, selain tembok di ruang kelas V A ambruk dan membuat bagian atapnya retak, kerusakan juga terjadi ruang kelas III di sebelah ruang kelas V A.

"Karenanya dua ruang kelas itu tidak kami gunakan untuk sementara ini. Sebab plafon atap di dua ruang kelas retak dan sesekali ada material yang bisa jatuh," kata Tita, Kamis sore.

Ia mengatakan untuk mengatasi agar proses belajar mengajar tak terganggu pihaknya menerapkan jam masuk pagi dan siang bagi siswa, agar bisa menggunakan kelas secara bergiliran.

"Siswa kelas III dan kelas IV kami minta masuk siang, karena kelasnya dipakai siswa kelas V yang kelasnya ambruk. Untuk kelas V, siswa tetap masuk pagi," katanya.

Ia mengatakan sebelum kelas ambruk, beberapa bagian bangunan SDN Kalibaru 2 memang sudah terlihat retak.

"Retakan yang parah ya di ruang kelas V A itu. Akhirnya ambruk pagi tadi," katanya.

Karena ambruknya tembok ruang kelas terjadi saat proses belajar belum dimulai, ia memastikan tidak ada korban luka atas peristiwa ini.

"Jadi tahunya, waktu buka pintu kelas pagi tadi, kelihatan tembok sudah ambruk," kata Tita.

Ia mengatakan bangunan sekolah dengan delapan ruang kelas itu dibangun tahun 1975. "Pada 2001 pernah direhabilitasi dibagian atapnya. Sampai kini belum ada rehab lagi," katanya.

Ia mengatakan kondisi bangunan yang tua membuat sejumlah bagian lapuk dan tak kuat menahan intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa pekan terakhir di Depok.

Menurut Tita, pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Depok sudah datang dan melakukan inventarisasi untuk merencanakan perbaikan.

"Rencananya, semua bangunan akan dibongkar semua, lalu dibangun kembali," katanya.

Namun ia tidak dapat memastikan kapan hal itu akan dilakukan. "Kepastian rehab total tergantung Disdik. Kita akan kordinasi terus," katanya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved