Breaking News:

OC Kaligis: Saya Mati di Penjara Kalau Umur Panjang

Ayahanda artis Velove Vexia itu pun mantap mengajukan permohonan upaya hukum luar biasa peninjauan kembali.

Penulis: | Editor: Yaspen Martinus
KOMPAS.com
OC Kaligis 

WARTA KOTA, KEMAYORAN - Otto Cornelis (OC) Kaligis berandai-andai mengenai vonis pidana 10 tahun penjara yang diberikan majelis hakim kasasi terhadap dirinya, terkait kasus suap kepada hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Medan.

"(Umur saya) 75 (tahun). Berarti kalau 10 tahun, saya matinya di penjara umur 85 (tahun), kalau panjang umur," kata OC Kaligis di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (27/2017).

Advokat senior itu mengaku hukumannya tidak adil, apalagi dibandingkan kasus lainnya. Ayahanda artis Velove Vexia itu pun mantap mengajukan permohonan upaya hukum luar biasa peninjauan kembali.

PK yang diajukan Kaligis ditujukan terhadap putusan kasasi. Dia tidak menjadikan Jaksa Penuntut Umum sebagai termohon, karena berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 33 Tahun 2016, bahwa tugas JPU terhadap dirinya sudah selesai.

Dalam hal bukti baru (novum), OC Kaligis menghadirkan 27 novum. Novum tersebut diklaim valid, karena tercatat dalam berkas KPK, namun tidak dijadikan pertimbangan majelis hakim.

"Sadapan juga diedit, karena kan saya telepon. Kita akan banding. Itu enggak masuk, kemudian saya bilang siapa yang kasih dia tiket itu? itu kan ada semua," kata Kaligis.

Tiket yang dimaksud adalah biaya perjalanan anak buahnya, M Yagari Bhastara Guntur alias Gery (juga terpidana), ke Medan dan menemui para hakim tersebut.

Kaligis divonis 10 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan pada tingkat kasasi di Mahkamah Agung.

Vonis tersebut diketuk palu oleh tiga majelis hakim, yakni Artidjo Alkostar ‎selaku ketua majelis, serta Krisna Harahap dan Abdul Latief sebagai hakim anggota.

Pada tingkat pertama di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kaligis divonis hukuman 5,5 tahun penjara. Kemudian, di tingkat banding, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memperberat hukuman Kaligis menjadi tujuh tahun penjara.

OC Kaligis membawa nama-nama besar dalam dunia hukum sebagai saksi ahli, terkait upaya hukum luar biasa peninjauan kembali yang diajukannya ke Mahkamah Agung.

Para saksi yang sudah dibocorkan OC Kaligis adalah bekas Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva, bekas Hakim Konstitsusi Prof Dr Laica Marzuki, dan bekas Hakim Agung Dr Arif Yoto.

"Ada tiga profesor dan doktor. Ada teman dari ketua Mahkamah Konstitusi. Memang dia sudah setuju, tapi dia sakit tadi, Hamdan Zoelva," ungkap OC Kaligis. (*)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved