Minggu, 3 Mei 2026

Kunjungan Raja Arab

Sebanyak 10.000 Pasukan Laksanakan Pengamanan untuk Kunjungan Raja Salman

Jajaran polisi hanya di ring 4 karena yang terdekat ‎pengamanan akan dijaga ketat oleh TNI dan Paspampres.

Tayang:
The Daily Beast
Raja Salman dan sejumlah 1.500 orang rombongannya akan mengunjungi Indonesia. 
WARTA KOTA, SEMANGGI -- Pihak Kepolisian Republik Indonesia bertemu dengan perwakilan Duta ‎Besar Arab Saudi di Indonesia di Gedung Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, ‎Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (27/2) pagi.
Dalam pertemuan ‎itu untuk membahas rencana kedatangan Raja Arab Salman Bin Abdul Aziz Al-Saud ke Indonesia.
Sementara itu, ‎Wakapolri Komisaris Jendral Syafruddin menjelaskan, pertemuan dengan ‎perwakilan Duta Besar Arab Saudi dalam rangka pengamanan Raja Arab ‎Saudi dan rombongan yang akan berkunjung ke Indonesia dari 1 Maret‎sampai 9 Maret.
"Pertemuan ini dalam rangka pengamanan Raja Arab Saudi yang akan ‎berkunjung ke Indonesia. Sejak tanggal 1 sampai tanggal 4 di Jakarta ‎dan Bogor. Kemudian tanggal 4 sampai 9 Maret di Bali. Ada beberapa hal ‎yang kita bicaraka, tentu yang paling spesifik rencana pengamanan Raja ‎dan seluruh rombongan," kata Syafruddin di Mabes Polri, Senin (27/2/2017).
Kunjungan Raja Arab Saudi itu, kata dia, untuk menjalin hubungan baik‎ dengan Indonesia, sehingga Polri bertanggung jawab untuk melakukan ‎penjagaan ketat saat tamu negara berkunjung ke Indonesia.
"Polri ‎bertanggung jawab atas pengamanannya dan seluruh aspek-aspek ‎pengamanannya. Paling tidak, ada 10 ribu anggota yang terlibat dalam‎ pengamanan di Jakarta, Bogor, dan Bali," kata dia.
Ribuan personel kepolisian itu, kata dia, dibagi menjadi beberapa ‎lokasi.
Selain itu, aparat kepolisian juga akan dibantu TNI untuk‎mengamankan kedatangan Raja Salman.
"Di Jakarta, kita libatkan setidaknya 2.000 anggota pengamanan dari ‎berbagai unsur pengamanan terbuka dan tertutup. Kemudian di Bogor ada ‎2.252 pasukan pengamanan yang tetdiri dari berbagai unsur TNI dan ‎Polri. Untuk di Bali khususnya lebih besar tentunya karena raja dan ‎delegasi serta rombongan cukup besar di Bali kita menyiapkan ‎setidaknya 5.000 unsur-unsur pengamanan," ucapnya.‎
Dia berharap, keamanan saat kedatangan Raja Salman dan rombongan bisa‎ berjalan dengan baik.
Sampai ribuan tamu negara itu pulang ke ‎negaranya usai melakukan kunjungan kenegaraan.‎
Sementara Osama Mohammed Al-Shuibi mengaku, percaya dengan pengamanan ‎yang akan dilakukan aparat Kepolisian dan TNI di Indonesia menjelang ‎kedatangan Raja Arab Saudi karena sebelumnya, dia pernah melihat aksi ‎militer yang dilakukan aparat di Indonesia.
"Saya percaya karena saya pernah menjabat Akasemiliter di Indonesia ‎sebelum menjadi Dubes, kemampuan dan kekuatan keamanan Indonesia untuk ‎mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," kata dia.
Apalagi, di Indonesia ada Tim Densus 88 yang dengan sigap membekuk ‎para teroris pada aksi teror di Jalan MH Thamrin dalam beberapa waktu ‎lalu. 
Dia pun sangat mengapresiasi kinerja dari aparat kepolisian.
"Keamanan dari Arab Saudi cukup puas dan yakin keamanan Indonesia akan ‎mampu mengamankan Raja di Indonesia," kata dia.‎
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo ‎Yuwono mengatakan, jajarannya hanya di ring 4 karena yang terdekat ‎pengamanan akan dijaga ketat oleh TNI dan Paspampres.
"Ya, kami kan ring empat. Itu kan paspampres, TNI itu. Itu
kewenangannya di sana. Kita kan hanya mengamankan rute-rutenya saja," kata ‎dia.
Di mana, Raja Arab Saudi dan rombongan akan berangkat dari Bandara ‎Halim Perdanakusuma menuju Istana Bogor. Sehingga, akan melintasi J‎alan Tol Dalam Kota dan melintasi Jagorawi.
Setelah itu, akan kembali ‎ke Jakarta untuk ke Masjid Istiqlal dan Gedung DPR/MPR.
"Ya, kita dari Halim ke Bogor, lewat tol. Nanti masuk tol. Polda Jabar ‎yang mengamankan. Kita amankan jalur-jalur yang mau masuk ke Bogor ‎aja," ucapnya.
Dari data TMC Polda Metro Jaya, rute yang akan dilintasi Raja Salman ‎dan rombongan yaitu dari Halim Perdanakusuma, Jalur Jagorawi sampai ‎Bogor Kota, MT. Haryono, Gatot Soebroto, Kuningan, Semanggi, Sudirman,‎Thamrin, Medan Merdeka Selatan-Barat-Utara-Timur, Lapangan Banteng,‎Juanda, dan Pasar Baru. Disamping itu akan dilakukan beberapa ‎pengalihan arus lalin yang bersifat sementara *(sistem buka-tutup) di sekitar jalan-jalan protokol tersebut.
Diharapkan, seluruh pengguna jalan di wilayah DKI Jakarta dan ‎sekitarnya untuk dapat mengatur perjalanannya secara lebih awal dan ‎mengantisipasi kemacetan sebagai dampak dari pengaturan ulang lalu
lintas selama kunjungan kenegaraan tersebut.‎
Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved