Breaking News:

Ahok Sebut Jalan Berbayar Elektronik Masih Dalam Proses Lelang

“Pergub ERP sudah kita ubah. Sekarang lagi lelang lagi, karena ada yang protes,” kata Ahok di Balai Kota DKI, Senin (27/2/2017)

Warta Kota/Gopis Simatupang
Ahok kunjungi wilayah RT 01/12 Kelurahan Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (20/2/2017) siang. 

WARTA KOTA, BALAI KOTA -- Perubahan atau revisi Peraturan Gubernur (Pergub) No. 149 tahun 2016 tentang Pengendalian Lalu Lintas Jalan Berbayar Elektronik telah rampung hal tersebut telah ditegaskan oleh Gubernur Basuki Tjahaja Purnama.

“Pergub ERP sudah kita ubah. Sekarang lagi lelang lagi, karena ada yang protes,” kata Ahok di Balai Kota DKI, Senin (27/2/2017)

Setelah dinyatakan rampung, ia meminta Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI segera melalukan lelang ERP. Dan saat ini, proses lelang ERP sedang berjalan.

Dengan pencantuman teknologi DSRC dengan frekwensi tertentu menghalangi vendor dengan teknologi lain untuk mengikuti lelang.

"Karena dia pengen dapet teknologi masuk kedalam Pergub. Ada perkembangan teknologi. Dia gak izinkan kunci teknologi di satu teknologi," katanya.

Perubahan Pergub ERP dilakukan atas permintaan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang menilai Pergub tersebut berpotensi melanggar UU Nomor 5/1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Karena, dalam pasal 8 Pergub No. 149/2016, hanya hanya memperkenankan penggunaan satu teknologi Dedicated Short Range Communication (DSRC) frekuensi 5,8 GHz dalam penerapan ERP di jalanan ibukota.

Sebelumnya KPPU telah mengirimkan Surat Saran Nomor 198/K/S/X/2016 tentang Kebijakan Pengendalian Lalu Lintas Jalan Berbayar Elektronik kepada Gubernur DKI Jakarta.

Surat yang dilayangkan pada 25 Oktober ini meminta Pemprov DKI untuk mengubah ketentuan dalam Pergub Nomor 149/2016 karena tidak selaras dengan prinsip persaingan usaha yang sehat.

Poin penting peraturan yang harus diubah, yaitu Pasal 8 Pergub Nomor 149/2016.

Pasalnya di situ hanya memperkenankan penggunaan satu teknologi Dedicated Short Range Communication (DSRC) frekuensi 5,8 GHz dalam penerapan ERP di jalanan ibukota.

Akibatnya, pencantuman teknologi DSRC dengan frekwensi tertentu menghalangi vendor dengan teknologi lain untuk mengikuti lelang. (Joko Supriyanto)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved